Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Mantan Kepala Angkatan Laut (AL) Jerman, Kay-Achim Schonbach, memperingatkan bahwa Jerman dan Uni Eropa bisa "berjalan tanpa sadar" menuju perang melawan Rusia atau terlibat dalam perang di Ukraina. Alasannya, blok Eropa telah meninggalkan keterlibatan diplomatik dengan Moskow.
Schonbach mengundurkan diri pada awal tahun 2022 setelah memicu kegemparan politik dengan berargumen bahwa Rusia bertindak untuk melindungi kepentingan keamanannya daripada mencari konfrontasi dengan Barat.
Baca Juga: Eropa Memanas! Jet Tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
Dalam wawancara dengan Berliner Zeitung, Schonbach mengatakan dia tidak akan mengubah substansi komentar yang membuatnya mengundurkan diri itu, dengan alasan bahwa Eropa melewatkan kesempatan untuk mencegah eskalasi konflik Ukraina. "Dengan gagal menghormati hak Federasi Rusia atas visinya sendiri tentang arsitektur keamanan di perbatasan baratnya," katanya.
Schonbach menekankan bahwa perdamaian dan stabilitas di Eropa hanya mungkin terjadi dengan, dan bukan melawan, Rusia.Dia juga menyampaikan kekhawatiran bahwa mengingat arah mereka saat ini, Jerman dan Uni Eropa dapat melampaui dukungan yang sah untuk Ukraina. "Dan berjalan tanpa sadar dalam peran sebagai pihak yang berperang," katanya."Hanya di Ukraina diplomasi ditolak secara kategoris," ujarnya, yang dikutip Russia Today, Jumat (12/6/2026). "Jerman telah menyia-nyiakan puluhan tahun rekonsiliasi pascaperang dengan Moskow melalui moralisasi dan kemarahan yang benar," paparnya.
Schonbach juga mengatakan kontak antara Angkatan Laut Jerman dan Rusia sekarang "benar-benar terputus", sesuatu yang menurutnya tidak terjadi bahkan pada puncak Perang Dingin.
Peringatannya muncul ketika anggota NATO Eropa terus memperluas pengeluaran militer dan memperkeras retorika mereka terhadap Moskow.
Presiden Ceko Petr Pavel baru-baru ini mendesak NATO untuk "menunjukkan taringnya" kepada Rusia, sementara para komandan senior Barat menyerukan agar Eropa bersiap untuk kemungkinan perang tahun 2030 dengan Moskow.
Di Jerman, tokoh oposisi dari sayap kanan AfD dan BSW pimpinan Sahra Wagenknecht juga secara konsisten mengkritik kebijakan Berlin terhadap Ukraina, menyerukan dialog baru dengan Rusia, penghentian pengiriman senjata ke Kyiv, dan peninjauan kembali sanksi yang menurut mereka telah menghancurkan ekonomi Jerman sendiri.
Moskow berulang kali membantah klaim bahwa mereka berencana untuk menyerang NATO atau Uni Eropa, di mana Presiden Rusia Vladimir Putin menyebutnya sebagai "omong kosong" dan "provokasi" yang digunakan untuk membenarkan militerisasi.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov juga menekankan bahwa Rusia tidak berniat menyerang Eropa kecuali diserang terlebih dahulu, dan menuduh kepemimpinan Jerman dan Uni Eropa mengubah blok tersebut menjadi "Reich Keempat".



