Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada hari Kamis mengumumkan "kesepakatan hebat" telah dibuat dengan Iran untuk mengakhiri perang. Dia berharap kesepakatan akan ditandatangani di Eropa secepatnya akhir pekan ini, tapi Teheran mengatakan belum ada keputusan akhir tentang kesepakatan yang dibuat.
Klaim pemimpin AS itu muncul hanya beberapa jam setelah dia menjanjikan serangan besar-besaran terhadap Iran, sebelum kemudian membatalkannya. Trump mengungkapkan sedikit detail konkret tentang apa yang telah disepakati masing-masing pihak.
Baca Juga: Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
"Kami baru saja membuat kesepakatan hebat dalam perang dengan Iran," kata Trump di Oval Office Gedung Putih.
"Kedua pihak akan, tergantung pada finalisasi dokumen, yang seharusnya selesai dalam beberapa hari ke depan, mungkin akan melakukan penandatanganan, mungkin di Eropa. Ini adalah hal yang hebat," paparnya.
Trump mengatakan dia percaya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei secara pribadi telah menyetujui kesepakatan tersebut, menambahkan bahwa Iran telah setuju karena mereka telah "mendapatkan pukulan telak."Iran, kata Trump, akan setuju untuk tidak pernah memiliki atau membeli senjata nuklir berdasarkan kesepakatan tersebut.Namun, Teheran mengatakan bahwa mereka belum membuat keputusan akhir mengenai kemungkinan kesepakatan dengan AS, dan tidak akan berkompromi pada "garis merah" mereka dalam negosiasi. Demikian disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baghaei yang dilansir IRNA, Jumat (12/6/2026).
Baghaei mengatakan laporan mengenai waktu dan tempat penandatanganan perjanjian masih bersifat spekulatif dan belum ada yang diselesaikan. Dia menambahkan bahwa sebagian besar teks negosiasi telah diselesaikan tetapi AS berulang kali mengubah posisinya selama pembicaraan.
Trump menambahkan bahwa Selat Hormuz—jalur perairan penting untuk aliran minyak global yang diklaim Iran telah ditutup—juga akan dibuka setelah kesepakatan ditandatangani.
"Ini adalah nota kesepahaman yang sangat kuat, yang sedikit konseptual," imbuh dia.Iran dan Amerika Serikat telah menghabiskan beberapa minggu untuk membahas nota kesepahaman, dengan laporan bahwa itu akan menghentikan perang selama 60 hingga 90 hari sementara pembicaraan yang lebih rinci berlangsung mengenai program nuklir Teheran.
Namun, Trump mengatakan, "Saya tidak ingin menyebutkan tenggat waktu, karena jika saya menyebutkan tenggat waktu, Anda akan berkata, 'Oh, dia tidak memenuhi tenggat waktu'."
Amerika Serikat dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari. Gencatan senjata yang rapuh disepakati pada bulan April, tetapi kedua pihak telah saling baku tembak dalam beberapa hari terakhir.
"Seluruh Timur Tengah senang, dan jauh melampaui Timur Tengah," kata Trump, yang perangnya telah menyebabkan harga minyak global melonjak, dengan inflasi mencapai level tertinggi tiga tahun di Amerika Serikat.
Trump yang semakin frustrasi selama berminggu-minggu telah berganti-ganti antara menyatakan kesepakatan dan mengancam Iran, menuduh Teheran baru-baru ini pada hari Rabu "mempermainkan kita".Pada Kamis pagi, Trump bersumpah akan melakukan serangan sangat keras terhadap Iran malam itu dan berjanji untuk merebut infrastruktur minyak utama negara itu dalam apa yang akan menjadi eskalasi besar.
"Suatu saat nanti, dalam waktu yang tidak terlalu lama, kita akan merebut Pulau Kharg, dan titik-titik infrastruktur minyak lainnya, dan mengambil alih kendali penuh atas pasar minyak dan gas mereka, seperti yang telah kita lakukan dengan Venezuela," katanya di media sosial.
Pulau Kharg berada di jantung industri ekspor minyak Iran, tulang punggung ekonomi negara yang sedang terpuruk. Pulau ini terletak di lepas pantai Teluk Iran, ratusan kilometer di barat laut Selat Hormuz yang sempit dan strategis.
Namun beberapa jam kemudian dia menarik kembali pernyataannya, dengan mengatakan dalam unggahan media sosial lainnya: "Poin-poin akhir telah disetujui oleh semua pihak yang terlibat."
"Berdasarkan fakta bahwa diskusi dengan Republik Islam Iran telah dibawa ke tingkat tertinggi kepemimpinan Iran dan disetujui, saya telah membatalkan serangan dan pemboman yang dijadwalkan terhadap Iran malam ini," kata Trump.
Kurang dari dua jam setelah mengatakan bahwa dia telah membatalkan serangan tersebut, Trump kemudian mengumumkan kesepakatan itu.









