Gunung Semeru Erupsi, Tinggi Kolom Abu Capai 1.200 Meter di Atas Puncak
Gunung Semeru di Jawa Timur kembali mengalami erupsi pada Rabu (10/6/2026) pukul 05.35 WIB. Tinggi kolom abu yang teramati mencapai sekitar 1.200 meter di atas puncak atau sekitar 4.876 meter di atas permukaan laut.
Berdasarkan laporan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan condong ke arah utara.
"Telah terjadi erupsi G. Semeru, Jawa Timur pada tanggal 10 Juni 2026 pukul 05.35 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 1.200 meter di atas puncak (± 4.876 meter di atas permukaan laut)," tulis petugas Pos Pengamatan Gunungapi Semeru dalam laporan resmi yang diterima, Rabu (10/6/2026).
Baca juga: Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
"Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang condong ke arah utara," sambungnya.PVMBG mencatat erupsi tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sekitar 2 menit 17 detik. Hingga laporan disusun, aktivitas erupsi masih berlangsung.
Lihat juga: KAUM MENDANG-MENDING MENANGIS! Pejabat Disebut Terima 1 Miliar Sehari
"Erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat," demikian keterangan Pos Pengamatan Gunungapi Semeru.
Saat ini Gunung Semeru masih berstatus Level III atau Siaga. Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.Selain itu, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena berpotensi terdampak lontaran batu pijar.
PVMBG juga mengingatkan warga untuk mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan aliran lahar di sepanjang sungai maupun lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
"Mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," tulis PVMBG.









