AS Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Mimpi Usang!

AS Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Mimpi Usang!

Global | sindonews | Senin, 8 Juni 2026 - 11:00
share

Kim Yo-jong, adik perempuan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un, merespons sinis seruan Amerika Serikat (AS) kepada Pyongyang untuk denuklirisasi. Dia menggambarkan seruan semacam itu sebagai "mimpi usang".

Kim Yo-jong mengatakan pada hari Minggu bahwa Korea Utara akan terus memperluas persenjataan nuklirnya dalam menghadapi ancaman yang dipimpin AS.

Baca Juga: Kim Jong-un Janji Tingkatkan Bom Nuklir Secara Eksponensial, Sebut Musuh Korut Sangat Ganas

Pernyataan itu disampaikan sehari sebelum Presiden China Xi Jinping mengunjungi Korea Utara untuk melakukan pembicaraan dengan Kim Jong-un. Ini adalah kunjungan pertama Xi Jinping ke Korea Utara dalam tujuh tahun terakhir.

"Pernyataan AS untuk mengkritik status DPRK sebagai negara senjata nuklir tidak memiliki kekuatan yang mengikat secara hukum dan tidak seorang pun akan terikat oleh retorika sepihak AS," kata Kim Yo-jong. DPRK adalah singkatan untuk nama resmi Korea Utara, Democratic People's Republic of Korea.

Dia menolak apa yang dia sebut sebagai "informasi palsu" soal pengumuman AS bahwa Presiden Donald Trump dan Xi Jinping mengonfirmasi tujuan bersama mereka untuk denuklirisasi Korea Utara dalam pertemuan puncak mereka di Beijing bulan lalu."Beberapa pejabat di Amerika Serikat gagal terbangun dari mimpi pelarian dan usang mereka," papar Kim Yo-jong, seperti dikutip dari AP, Senin (8/6/2026).

Korea Utara telah berfokus pada perluasan persenjataan nuklirnya sejak diplomasi berisiko tinggi Kim Jong-un dengan Trump gagal pada tahun 2019. Para pakar mengatakan Kim Jong-un menginginkan pengakuan internasional sebagai negara nuklir sehingga dia dapat menuntut pencabutan sanksi ekonomi internasional terhadap Korea Utara.

Selama kunjungan ke pabrik produksi material nuklir baru pekan lalu, Kim Jong-un mengatakan Korea Utara akan memperkuat kekuatan nuklir negaranya dengan laju eksponensial.

Pada hari Minggu, media pemerintah Korea Utara melaporkan Kim Jong-un mengunjungi pabrik senjata sehari sebelumnya dan menyerukan peningkatan kapasitas produksi rudal negara itu 2,5 kali lipat dalam periode rencana lima tahun.

Dalam pernyataannya, Kim Yo-jong menuduh AS dan Korea Selatan mendorong peningkatan persenjataan tanpa henti. Dia mengatakan dorongan kakaknya untuk terus memperkuat penangkal perang nuklir untuk membela diri adalah kesimpulan akhir yang tidak dapat diubah yang harus dilaksanakan tanpa syarat.Para analis mengatakan kunjungan Xi Jinping ke Korea Utara sebagian besar dimaksudkan untuk menegaskan kembali pengaruh China atas Korea Utara, yang prioritas kebijakan luar negerinya telah bergeser ke Rusia dalam beberapa tahun terakhir.

Mereka mengatakan Xi Jinping kemungkinan akan menahan diri untuk tidak secara langsung mengangkat isu denuklirisasi dan menawarkan program bantuan ekonomi selama pertemuannya dengan Kim Jong-un.

Korea Utara telah mengirim pasukan dan senjata konvensional ke Rusia untuk mendukung upaya perangnya melawan Ukraina. Pejabat Korea Selatan dan AS mengatakan Korea Utara telah menerima bantuan ekonomi dan bantuan lainnya dari Rusia sebagai imbalannya.

Topik Menarik