Rentetan Penembakan Guncang Israel, 1 Tewas, 5 Luka
Satu orang tewas dan lima lainnya luka-luka dalam serangkaian serangan penembakan di Israel tengah pada hari Minggu. Rezim Zionis kerahkan pasukan polisi secara besar-besaran untuk memburu pelaku penembakan.
Penembakan tersebut terjadi di tiga lokasi dekat kota Qalqilya di Tepi Barat—wilayah Palestina yang diduduki Israel—, menewaskan seorang pria berusia 35 tahun.
Baca Juga: Iran Tembakkan Rentetan Rudal ke Israel, Janjikan Serangan Lebih Dahsyat
Layanan darurat medis Israel atau Magen David Adom mengatakan seorang pria lain berusia 40-an telah dibawa ke rumah sakit dalam kondisi kritis.
Menurut para petugas medis, mereka juga telah merawat dua pria yang terluka di sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dekat kota Kochav Yair, salah satunya dalam kondisi serius. Seorang pria dan seorang wanita juga terluka di dekat Tzur Yitzhak, pemukiman lain di Israel tengah."Pasukan polisi dalam jumlah besar masih berada di lokasi kejadian, dan pencarian terus berlanjut," kata polisi dalam pernyataan, mendesak masyarakat untuk tetap waspada.Media Zionis mengidentifikasi pria berusia 35 tahun yang tewas itu sebagai warga negara Israel.
Sementara itu, militer Israel mengeklaim bahwa pasukannya telah menembak mati seorang tersangka, yakni warga negara Palestina-Israel asal kota Tayibe. Sedangkan tersangka kedua terluka dan melarikan diri.
Namun, menurut laporan The Times of Israel, Senin (8/6/2026), petugas polisi kemudian mengatakan hanya satu penembak yang terlibat dalam serangan itu dan dia ditembak mati setelah dilakukan pencarian besar-besaran.
Polisi Israel juga mengatakan mereka telah menemukan senjata yang digunakan dalam serangan itu, sebuah senapan mesin ringan Carlo rakitan, juga dikenal sebagai Carl Gustav, yang sering digunakan oleh milisi Palestina.
Kepala Staf Militer Israel, Letnan Jenderal Eyal Zamir, mengeluarkan arahan untuk melanjutkan operasi di Tepi Barat yang diduduki.Menurut militer Zionis, pasukannya telah mengepung beberapa desa Palestina dan menutup penyeberangan Tepi Barat di dekatnya.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan dia telah melakukan penilaian keamanan dan sedang memantau serangan penembakan mematikan tersebut.
Sedangkan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir telah menyerukan eksekusi terhadap para tersangka yang terlibat dalam serangan tersebut.
“Jika teroris itu tertangkap hidup-hidup, dia akan dieksekusi. Ini adalah hukum dan kami akan menuntut pelaksanaannya,” kata Ben-Gvir dalam sebuah unggahan di X.
“Darah Yahudi tidak akan sia-sia. Siapa pun yang membunuh seorang Yahudi akan melihat tali gantungan," paparnya.Pihak Hamas mengatakan, "Penembakan itu terjadi sebagai tanggapan terhadap agresi terhadap Gaza dan kejahatan berkelanjutan berupa Yahudisasi, pembunuhan di luar hukum, perluasan pemukiman, penggerebekan, dan serangan harian terhadap rakyat kami di Tepi Barat dan Yerusalem."
“Pendudukan—sejauh mana pun penindasan dan kejahatannya—tidak akan berhasil menghentikan kebangkitan perlawanan di Tepi Barat yang gagah berani,” kata kelompok perlawanan Palestina itu dalam sebuah pernyataan.
Kelompok Jihad Islam Palestina (PIJ) mengatakan serangan itu adalah konsekuensi alami dari kebijakan kriminal yang dilakukan oleh "pemerintah penjahat perang entitas Zionis”.









