Iran Merudal Israel, Trump Cegah Zionis Balas Serangan

Iran Merudal Israel, Trump Cegah Zionis Balas Serangan

Global | sindonews | Senin, 8 Juni 2026 - 07:19
share

Iran telah menembakkan rentetan rudal ke Israel pada Minggu malam sebagai balasan atas pengeboman militer Zionis yang berkelanjutan di Lebanon, termasuk di Beirut. Militer Zionis ingin membalas serangan Teheran, tapi dicegah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Trump telah menyerukan kedua belah pihak untuk menunjukkan pengekangan, mengatakan kepada Fox News bahwa serangan Israel di Beirut tidak dikoordinasikan dengan Washington. Pada saat yang sama, dia mendesak Teheran untuk berhenti menyerang Israel dan kembali ke negosiasi serta mencapai kesepakatan.

Baca Juga: Iran Tembakkan Rentetan Rudal ke Israel, Janjikan Serangan Lebih Dahsyat

Menurut reporter Axios, Barak Ravid, Trump mengatakan kepadanya bahwa dia sedang menelepon Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. "Sekarang juga dan mengatakan kepadanya untuk tidak menyerang Iran sebagai balasan," katanya, Senin (8/6/2026).

Secara terpisah, Trump mengatakan kepada Financial Times pada hari Senin bahwa Netanyahu tidak akan punya pilihan selain menerima kesepakatan AS dengan Iran.

“Saya yang menentukan segalanya. Saya yang menentukan segalanya,” kata Trump. “Dia tidak menentukan segalanya," katanya.Dia menambahkan bahwa serangan rudal Iran pada hari Minggu terhadap Israel tidak akan berdampak pada kesepakatan tersebut.

“Kita lihat saja bagaimana akhirnya,” katanya. “Tapi itu adalah serangan yang sama sekali tidak berdampak," paparnya.

“Ini adalah salah satu hal yang telah berlangsung selama 3.000 tahun, atau 47 tahun, tergantung bagaimana Anda menghitungnya,” imbuh Trump.

Menurut Trump, serangan Iran tidak melukai siapa pun di Israel, dan tetap minta Israel untuk tidak membalas. "Jika Netanyahu membalas, itu hanya akan terus berlanjut seperti 47 tahun terakhir, atau 3.000 tahun terakhir," kata Trump.

Militer Israel atau IDF mengatakan telah mendeteksi rudal yang diluncurkan dari Iran dan mengaktifkan sistem pertahanan udara untuk mencegatnya.Sedangkan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengaitkan serangan Minggu malam dengan serangan Israel terhadap Lebanon, termasuk serangan terhadap pinggiran selatan Beirut.

“Kami sebelumnya telah memperingatkan bahwa jika kejahatan di wilayah Dahieh di Beirut meluas, kami akan menyerang target di wilayah pendudukan,” kata komando militer gabungan tertinggi IRGC.

Komando militer Iran mengatakan serangan terbaru Israel di pinggiran selatan Beirut telah melanggar semua "garis merah” dan menuntut penghentian serangannya terhadap Lebanon.

Jenderal Ali Abollahi, kepala komando Khatam al-Anbiya Iran, mengatakan Israel harus berhenti menyerang Lebanon selatan dan pinggiran Beirut ketika sistem pertahanan udara Israel sibuk mencegat salvo rudal.

“Tentara Israel harus menghentikan serangannya di Lebanon selatan dan pinggiran kota, dan jika mereka memperluas serangannya ke wilayah itu atau menanggapi tindakan Iran, mereka akan menghadapi pukulan yang lebih dahsyat dan disesalkan,” kata Abollahi.

Topik Menarik