Iran Tembakkan Rentetan Rudal ke Israel, Janjikan Serangan Lebih Dahsyat
Iran telah menembakkan rentetan rudal ke Israel pada Minggu malam. Menurut Teheran, serangan ini sebagai balasan atas kampanye pengeboman berkelanjutan Zionis di Lebanon yang diklaim menargetkan kelompok Hizbullah.
Zionis Israel telah mengebom dan meluncurkan operasi darat di Lebanon selatan, dan yang terbaru mengebom ibu kota, Beirut. Serangan Israel terus berlanjut meskipun gencatan senjata telah diumumkan lebih dari enam minggu yang lalu, dengan serangan yang semakin intensif selama seminggu terakhir.
Baca Juga: Iran Merudal Kuwait dan Bahrain, Balas Pengeboman AS di Pulau Qeshm
Operasi Selat Hormuz, Arab Saudi dan Kuwait Cabut Pembatasan Akses Militer AS ke Pangkalan Militer
Teheran telah berulang kali menuntut agar Israel menghentikan serangan, menjadikan negosiasi mereka sendiri dengan Amerika Serikat (AS) bergantung pada gencatan senjata yang efektif di Lebanon.
Militer Israel atau IDF mengatakan bahwa mereka mengidentifikasi beberapa proyektil yang datang dan mengaktifkan sistem pertahanan anti-pesawat di beberapa lokasi. Rekaman video yang beredar daring menunjukkan rudal-rudal Iran melesat di atas Lebanon timur, sementara beberapa proyektil terlihat dari ibu kota Lebanon.Iran menyatakan bahwa serangannya semalam hanyalah peringatan kepada Israel dan "pukulan telak" lainnya akan menyusul jika Israel terus melanjutkan serangan terhadap Lebanon."Jika Israel memperluas serangannya di wilayah itu atau menanggapi tindakan Iran, Israel akan menghadapi pukulan yang lebih telak dan disesalkan, dan serangan dahsyat akan diluncurkan terhadap rezim dan para pendukungnya," kata markas operasional Khatam Al-Anbiya Iran dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh media lokal.
Beberapa laporan media Israel menunjukkan Zionis Israel bergegas untuk membalas serangan tersebut, dengan beberapa laporan menyebut bahwa Israel telah meminta lampu hijau dari AS untuk menyerang fasilitas energi Iran. Meskipun belum ada reaksi resmi terhadap perkembangan tersebut, beberapa pejabat senior Israel telah bersumpah akan membalas serangan tersebut.
“Malam ini Teheran harus terbakar!” tulis Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir, di X.
Presiden AS Donald Trump telah menyerukan kedua belah pihak untuk menunjukkan pengekangan, mengatakan kepada Fox News bahwa serangan Israel di Beirut tidak dikoordinasikan dengan Washington. Pada saat yang sama, dia mendesak Teheran untuk berhenti dan kembali ke negosiasi serta mencapai kesepakatan.
Menurut reporter Axios, Barak Ravid, Trump mengatakan kepadanya bahwa dia sedang menelepon Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. "Sekarang juga dan mengatakan kepadanya untuk tidak menyerang Iran sebagai balasan," katanya, Senin (8/6/2026).Sebelumnya pada hari Minggu, Israel menyerang pinggiran selatan Beirut tanpa peringatan yang biasanya dikeluarkan oleh IDF sebelum menyerang daerah padat penduduk. Setidaknya dua orang tewas dan 20 luka-luka dalam serangan terhadap sebuah gedung perumahan, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon.
Trump mengatakan Netanyahu tidak akan punya pilihan selain menerima kesepakatan nuklir antara Washington dan Teheran.
“Saya yang menentukan. Saya yang menentukan segalanya. Dia tidak menentukan,” kata Trump kepada Financial Times, sambil menegaskan bahwa eskalasi terbaru ini tidak melemahkan upayanya untuk mencapai kesepakatan dengan Iran.









