Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Kementerian Agama (Kemenag) mencatat sejarah baru dalam transformasi kelembagaan Kantor Urusan Agama (KUA). Sebanyak 15 perempuan dari unsur Penyuluh Agama Islam dilantik sebagai Kepala KUA.
Pelantikan 108 Kepala KUA se-Indonesia ini berlangsung di Auditorium HM Rasjidi, kantor layanan Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2026).
Pelantikan ini menjadi bagian dari implementasi Peraturan Menteri Agama Nomor 24 Tahun 2024 dan KMA Nomor 1644 Tahun 2025 yang membuka kesempatan bagi Penyuluh Agama Islam untuk menduduki jabatan Kepala KUA.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, mengatakan, pelantikan tersebut menandai era baru kepemimpinan KUA yang lebih inklusif dan berorientasi pada penguatan layanan keagamaan.
Baca juga: Perkuat Layanan, Kemenag Bangun 1.758 Gedung KUA melalui SBSNMenurut Abu, kebijakan ini merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh fungsi KUA dapat dijalankan secara optimal sesuai kebutuhan masyarakat. Abu Rokhmad menjelaskan, transformasi KUA tidak hanya menyangkut perubahan struktur kelembagaan, tetapi juga penguatan kualitas pelayanan.
Karena itu, Kementerian Agama memberikan ruang yang sama bagi pejabat fungsional Penghulu maupun Penyuluh Agama Islam untuk berkontribusi memimpin KUA. Hal ini juga sejalan dengan visi Menteri Agama Nasaruddin Umar yang menempatkan KUA sebagai garda terdepan layanan keagamaan.
Lihat video: Sambut HUT ke-80 RI, Pasangan Pengantin Ikuti "Nikah Bareng" di KUA Bantul
“Dengan kesempatan yang sama bagi penghulu dan penyuluh agama Islam, diharapkan seluruh fungsi KUA dapat terlaksana maksimal dan seluruh jenis layanan KUA dapat disediakan secara proporsional,” ujarnya.Menurut Abu, kehadiran perempuan dalam kepemimpinan KUA menjadi bagian penting dari penguatan layanan yang semakin dekat dengan masyarakat.
Pengalaman panjang para penyuluh perempuan dalam mendampingi keluarga, majelis taklim, dan komunitas keagamaan dinilai menjadi modal berharga dalam mengembangkan layanan KUA yang lebih responsif.Ia menambahkan, KUA saat ini tidak lagi dipahami hanya sebagai tempat pencatatan pernikahan. KUA telah berkembang menjadi pusat layanan keagamaan yang mencakup pembinaan keluarga, bimbingan perkawinan, kemasjidan, zakat dan wakaf, hisab rukyat, hingga penguatan kehidupan keagamaan masyarakat.
“Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Kepala KUA saat ini akan menjadi momentum bersejarah tentang era baru KUA sebagai pusat layanan keagamaan,” tegas Abu.
Kepala Biro Sumber Daya Manusia Kementerian Agama, Muhammad Zain, mengatakan, pelantikan Kepala KUA dari unsur Penyuluh Agama Islam merupakan hasil proses panjang yang dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Seluruh tahapan dilakukan secara profesional dengan memperhatikan kompetensi, rekam jejak, dan kebutuhan organisasi.
Menurut Muhammad Zain, pengangkatan Kepala KUA kali ini juga mencerminkan komitmen Kementerian Agama dalam memperluas ruang pengabdian ASN yang selama ini menjadi garda terdepan pelayanan keagamaan di tengah masyarakat. Kehadiran para penyuluh perempuan sebagai Kepala KUA diharapkan semakin memperkuat kualitas layanan publik berbasis kebutuhan umat.
“Biro SDM berkomitmen memastikan setiap proses pengangkatan jabatan berjalan sesuai prosedur dan mendukung kebutuhan organisasi dalam meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat,” kata Muhammad Zain.Sebagai informasi, dari total 258 Kepala KUA yang dilantik terdapat 15 perempuan yang berasal dari jabatan fungsional Penyuluh Agama Islam. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan menjadi bagian dari tonggak sejarah baru kepemimpinan KUA.
15 perempuan yang dilantik jadi Kepala KUA adalah:
1. Andi Ariani Hidayat - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mamasa2. Uun Kurniasih - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indramayu3. Lilik Hanifah - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung4. Siti Khotijah - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung5. Thuchfatul Syafa'atun Muniro - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan6. Siti Mustaqilah - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep7. Mufaroha - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangkalan8. Sainiyah - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangkalan9. Eijiyah Ainun Bisari - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Berau10. Siti Zahirah Said - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nunukan11. Mustika - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bulungan12. Sri Sartika - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sanggau13. Siti Hajir - Kantor Kementerian Agama Kota Sungai Penuh14. Rapika - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Luwu15. Pitriani - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Luwu.










