Jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang Tancap Gas Evaluasi Puluhan Ribu SPPG
JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang, menyatakan bakal menutup atau melakukan moratorium terhadap dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bermasalah. Kebijakan tersebut diambil untuk mengevaluasi efisiensi anggaran sekaligus memperbaiki tata kelola puluhan ribu dapur yang saat ini telah beroperasi.
"Pembenahan dapur-dapur yang telah berdiri dan telah beroperasi agar sesuai dengan standar untuk menghasilkan makanan yang berkualitas, termasuk perbaikan dan pelatihan SDM. Artinya, bila dapur itu tidak sesuai, tentu kami akan lakukan suspend," kata Nanik dalam jumpa pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2026).
Saat ini, kata Nanik, tingkat pendaftaran untuk pembukaan dapur MBG baru terbilang sangat tinggi di berbagai daerah. Namun, BGN memilih menghentikan sementara proses tersebut guna menata kembali fasilitas yang sudah ada agar tidak terjadi pemborosan biaya sewa maupun operasional.
"Jadi, kita sekarang ini kan banyak sekali yang mendaftar dan posisinya ada persiapan, ada apa gitu. Nah, saat ini sudah ada sekitar 27.000 lebih dapur yang sudah operasional. Kami akan beresin dulu ini," ujarnya.
Nanik mengatakan, penataan dan penghentian sementara tersebut juga didorong oleh ketimpangan distribusi fasilitas MBG di lapangan. Menurutnya, sebaran dapur saat ini masih terlalu terkonsentrasi di wilayah aglomerasi atau perkotaan sehingga daerah prioritas belum tersentuh secara optimal.
"Karena apa? Jujur sekarang yang numpuk ini di aglomerasi, yang 3T belum kesentuh. Jadi Pak Presiden pesennya kami harus ke 3T dulu," pungkas Nanik.










