RI Jadi Negara Tujuan Kejahatan Transnasional, Interpol Dorong Pemerintah Bentuk Task Force
Sekretariat National Central Bureau (NCB) Interpol Indonesia mengajak pemerintah untuk membentuk satuan tugas khusus (Task Force) untuk mengantisipasi kejahatan transnasional. Hal ini dilakukan lantaran Indonesia menjadi salah satu negara tujuan dalam melakukan kejahatan transnasional.
Sekretaris NCB Interpol Indonesia Brigjen Pol Untung Widyatmoko mengatakan kejahatan transnasional ini biasanya berupa penipuan, love scamming, investasi online hingga judi online. Adapun kejahatan transnasional yang dimaksud yakni para pelaku datang ke Indonesia melakukan kejahatan daring dan mengincar korban-korban yang juga berasal dari luar Indonesia.
"Tadi pagi kami juga sudah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk men-highlight bahwa fenomena ini sudah berkembang sangat cepat dan perlu kita melakukan duduk bersama, melakukan konsolidasi untuk pembentukan task force," ujar Untung, Sabtu (9/5/2026).
Baca juga: 275 WNA Jadi Tersangka Judi Online usai Penggerebekan di Hayam Wuruk Jakbar
Untung menuturkan Interpol Indonesia juga sudah melakukan koordinasi dengan Direktorat Jenderal Imigrasi (Ditjen Imigrasi) terkait negara-negara mana yang memiliki catatan kejahatan transnasional. Menurutnya, hal ini dilakukan agar tidak ada warga negara asing yang masuk Indonesia demi melakukan kejahatan."Kami juga sudah berkoordinasi, terutama dengan Bapak Dirjen Imigrasi, bagaimana untuk negara-negara yang kita indikasikan sebagai subject of interest atau SOI, dapat kita antisipasi," jelas dia.
Lihat video: Grebek Judi Online Jaringan India, Tangkap 39 WNA Asal India
"Terutama negara yang sudah disebutkan oleh Bapak Dirtipidum tadi, di mana warga dari negara tersebut diindikasikan memiliki jejak, jejak digital untuk melakukan kejahatan transnasional crime secara digital," sambungnya.Untung menegaskan kolaborasi lintas Kementerian dan Lembaga ini diperlukan agar Indonesia bisa terlepas dari sasaran tempat untuk melakukan kejahatan transnasional. "Karena jika dibiarkan, jika hanya Polri saja yang melakukan aksi, tentunya tidak akan efektif," tandas dia.










