AS Sebut Sekutu NATO yang Kaya Justru Jadi Inkubator Teror
Presiden Donald Trump telah menandatangani strategi kontra-terorisme nasional Amerika Serikat (AS) yang baru. Dokumen itu menggambarkan sekutu-sekutu NATO yang kaya di Eropa Barat sebagai "target sekaligus inkubator ancaman teror".
Selain itu, dokumen tersebut menyoroti kartel narkoba dan ekstremis sayap kiri yang kejam sebagai bahaya besar bagi Amerika.
Baca Juga: Terungkap, Trump Tiba-tiba Hentikan Project Freedom karena Arab Saudi Marah
Dokumen setebal 16 halaman, yang dirilis oleh Gedung Putih pada hari Rabu waktu Washington, menyatakan kebijakan kontra-terorisme Washington akan dipandu oleh prinsip-prinsip "America First", "akal sehat", dan "Perdamaian melalui Kekuatan".
Strategi tersebut mencantumkan tiga kategori utama ancaman terorisme yang dihadapi AS: “narkoterorisme dan geng transnasional", “teroris Islamis lama", dan “ekstremis sayap kiri yang melakukan kekerasan, termasuk anarkis dan antifasis".Bagian terpisah dikhususkan untuk sekutu-sekutu NATO yang kaya, yang diduga telah mengubah Eropa menjadi lingkungan yang permisif bagi “budaya asing” yang merencanakan serangan terhadap warga Eropa dan Amerika.“Dunia lebih aman ketika Eropa kuat, tetapi Eropa sangat terancam dan merupakan target teror sekaligus inkubator ancaman teror,” bunyi dokumen tersebut, yang dikutip Russia Today, Kamis (7/5/2026).
“Tidak dapat diterima bahwa sekutu NATO yang kaya dapat berfungsi sebagai pusat keuangan, logistik, dan perekrutan bagi teroris," lanjut dokumen strategi kontra-terorisme nasional AS.
“Migrasi massal yang tak terkendali telah menjadi jalur penularan bagi teroris,” imbuh dokumen itu, mendesak pemerintah Eropa untuk “menemukan kembali” kebebasan berbicara, mengadakan percakapan jujur tentang Islamisme, mengalokasikan lebih banyak sumber daya untuk kontra-terorisme, dan mengambil tanggung jawab yang lebih besar atas keamanan mereka sendiri.
“Sebagai tempat kelahiran budaya dan nilai-nilai Barat, Eropa harus bertindak sekarang dan menghentikan kemundurannya yang disengaja. Jelas bagi semua orang bahwa kelompok-kelompok musuh yang terorganisir dengan baik mengeksploitasi perbatasan terbuka dan cita-cita globalis terkait,” imbuh dokumen tersebut.
Selain itu, dokumen strategi ini memperingatkan bahwa semakin banyak budaya asing ini tumbuh, dan semakin lama kebijakan Eropa saat ini bertahan, semakin terjamin terorismenya.Bahasa keras tersebut menggemakan kritik serupa dalam Strategi Keamanan Nasional Trump, yang dirilis pada bulan Desember, yang mengkritik arah politik dan budaya Uni Eropa, dan memperingatkan tentang “penghapusan peradaban". Pada saat itu, Trump berpendapat bahwa Eropa “menghancurkan dirinya sendiri” dengan kebijakan imigrasi yang menjadi “bencana”.
Di luar Eropa, strategi kontra-terorisme nasional Amerika menyatakan bahwa AS akan melanjutkan kampanye militer dan penegakan hukum terhadap kartel dan geng transnasional yang ditetapkan sebagai organisasi teroris asing.
Dokumen tersebut turut mengidentifikasi Iran sebagai ancaman terbesar Timur Tengah bagi AS, menyatakan bahwa operasi seperti Midnight Hammer dan Epic Fury akan berlanjut hingga Teheran “tidak lagi menjadi ancaman” bagi Washington.










