Tentara Israel Kembali Menista Kristen, Letakkan Rokok di Mulut Patung Perawan Maria

Tentara Israel Kembali Menista Kristen, Letakkan Rokok di Mulut Patung Perawan Maria

Global | sindonews | Kamis, 7 Mei 2026 - 08:02
share

Tentara militer Israel atau IDF kembali menista agama Kristen. Kali ini, seorang tentara IDF meletakkan rokok di mulut patung Perawan Maria di Lebanon selatan.

Sosok Perawan Maria adalah ibu dari Yesus Kristus. Foto tindakan tentara Zionis itu mulai beredar di media sosial pada hari Rabu.

Foto tersebut diambil di desa Dibil yang mayoritas penduduknya beragama Kristen, dekat perbatasan dengan Israel. Foto itu diunggah ke media sosial oleh tentara IDF sendiri.

Baca Juga: Viral Tentara Israel Hantam Patung Yesus dengan Palu Godam, Ini Respons IDF

Dalam sebuah pernyataan kepada Russia Today, IDF mengatakan pihaknya memandang insiden tersebut "dengan sangat serius" dan bahwa perilaku tentara tersebut "benar-benar menyimpang" dari nilai-nilainya.

IDF menambahkan bahwa foto tersebut diambil beberapa minggu yang lalu dan bahwa "tindakan komando" akan menyusul penyelidikan formal, menekankan bahwa mereka menghormati semua tempat suci dan simbol keagamaan.Ini adalah yang terbaru dalam serangkaian tindakan yang secara luas dianggap menunjukkan pengabaian terhadap komunitas Kristen Lebanon.

Pada bulan April, video dari desa yang sama menunjukkan seorang tentara Israel menghancurkan patung Yesus Kristus di wajahnya dengan palu godam selama operasi darat yang sedang berlangsung di Lebanon selatan.

Salib pada patung itu kemudian difoto dengan wajah patung Yesus yang hancur. Kemudian diunggah dengan kutipan Alkitab: "Bapa, ampunilah mereka, karena mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan."

IDF kemudian mengonfirmasi bahwa dua tentara telah ditarik dari tugas tempur dan dipenjara selama 30 hari setelah rekaman vandalisme tersebut menjadi viral.

Komunitas Kristen telah melaporkan serangkaian insiden di tempat-tempat keagamaan dalam beberapa tahun terakhir yang melibatkan pasukan Israel. Pada tahun 2023, serangan udara Israel di Gaza menghantam sebuah bangunan di sebelah Gereja Ortodoks Yunani Santo Porphyrius, tempat suci Kristen tertua di wilayah tersebut, menewaskan sedikitnya 18 orang. Pada tahun 2025, pecahan peluru dari tank Israel merusak Gereja Keluarga Kudus Gaza, satu-satunya paroki Katolik di wilayah tersebut, menewaskan tiga orang.

Bulan lalu, seorang biarawati Katolik diserang di siang bolong di Yerusalem, yang oleh para pejabat Gereja digambarkan sebagai bagian dari pola pelecehan terhadap umat Kristen di Tanah Suci.

Pihak berwenang Lebanon mengatakan bahwa lebih dari 2.700 orang telah tewas dan sekitar 1,2 juta orang mengungsi sejak 2 Maret, ketika Israel melancarkan operasi tempur di Lebanon, tempat Hizbullah bermarkas, di tengah perang AS-Israel yang lebih luas melawan Iran.

Meskipun gencatan senjata yang dimediasi AS dimulai pada 16 April dan kemudian diperpanjang hingga pertengahan Mei, pasukan Israel terus melanjutkan operasi militer di utara Sungai Litani, memperluas "zona penyangga" yang membentang sekitar 10 km ke wilayah Lebanon.

Topik Menarik