Normans Luntungan Apresiasi Langkah Kejati Sulut Usut Korupsi Gunung Ruang
Penanganan anggaran bencana kembali menjadi sorotan setelah muncul dugaan korupsi dalam proses penanggulangan erupsi Gunung Ruang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro). Perkara ini dinilai tidak hanya berdampak pada aspek hukum, tetapi juga menyentuh kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola pemerintahan dan akuntabilitas penggunaan dana publik di daerah rawan bencana.
Penetapan Bupati Sitaro sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara memunculkan perhatian luas masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga Sitaro. Proses hukum tersebut dinilai menjadi ujian penting dalam memastikan penegakan hukum berjalan objektif dan independen.
Baca juga: Gunung Ruang Meletus, Ini Penampakan Evakuasi Warga Terdampak
Anggota DPRD Sulawesi Utara dari Daerah Pemilihan Sitaro Normans Luntungan mengatakan, penetapan tersangka tersebut mengejutkan sebagian besar masyarakat. “Kejati telah menetapkan ibu bupati sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi Gunung Ruang. Hal ini sangat mengejutkan sebagian besar masyarakat Sitaro,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).
Pedagang Nasi Goreng di Bandar Lampung Gagalkan Aksi Maling Motor, 1 Pelaku Ditangkap 1 Kabur
Sebagai politikus Partai Perindo, dia meminta publik tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Aparat penegak hukum harus bekerja berdasarkan fakta dan alat bukti tanpa dipengaruhi kepentingan tertentu.Normans menilai kasus dugaan korupsi yang berkaitan dengan dana penanganan bencana harus menjadi pembelajaran serius bagi seluruh pejabat publik. Pengelolaan anggaran negara harus sepenuhnya diarahkan untuk kepentingan masyarakat, terutama pada situasi kebencanaan yang berdampak langsung terhadap kehidupan warga dan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Biar supaya hal ini menjadi pembelajaran bagi semua orang untuk jangan sekali-sekali bermain dengan uang negara,” katanya.
Dia menekankan pentingnya tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel agar kepercayaan publik terhadap institusi negara tetap terjaga, khususnya dalam pengelolaan anggaran yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat.
Normans turut menyampaikan apresiasi kepada Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara atas penanganan perkara tersebut. “Saya mengucapkan terima kasih kepada kepala dan tim Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara yang telah bekerja pagi, siang, dan malam untuk menuntaskan kasus dugaan korupsi Gunung Ruang,” ujarnya.










