Titiek Soeharto Harap Nihi Rote-Hospitality Academy Tingkatkan Kesejahteraan di NTT
Ketua Komisi IV DPR Titiek Soeharto mengapresiasi pembangunan Hospitality Academy dan Nihi Rote di Kabupaten Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT). Keberadaan proyek tersebut diharapkan bisa mencetak putra putri terbaik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
“Kebanggaan bagi saya bisa hadir di sini, menyaksikan sebuah resort yang luar biasa indah ini. Saya mengapresiasi dengan adanya hospitality academy ini. Semoga bisa menghasilkan dan meluluskan putra-putri daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Semoga Pulau Rote semakin dikenal di dunia internasional.” ucapnya, Rabu (22/4/2026).
Titiek menyebut, Nihi Rote dan Rote Hospitality Academy menjadi contoh bagaimana sebuah pulau dapat dibangun dengan pendekatan berkelanjutan dan berorientasi pada manusia.
Baca juga: Mengenal Tempat Wisata Sabu Raijua, Pulau Indah Tersembunyi di NTT
"Harapannya, inisiatif ini mampu menjadi katalis perubahan, membuka peluang, dan menghadirkan masa depan yang lebih sejahtera bagi masyarakat Rote dan sekitarnya," ujarnya.Founder dan Presiden Komisaris PT. Bo’a Development, Panji Adhikumoro Soeharto mengatakan, peluncuran Yayasan Kesejahteraan Rote Peduli, bersamaan dengan soft opening Nihi Rote dan hadirnya Rote Hospitality Academy, menjadi simbol nyata bagaimana investasi dapat berjalan beriringan dengan kepedulian sosial dan pelestarian lingkungan.
“Sejak pertama kali kami melihat tanah ini 15 tahun lalu, kami tahu bahwa kami telah menemukan sesuatu yang benar-benar istimewa,” ujarnya.
Lihat video: Momen Sakral! Prosesi Jumat Agung di NTT, Patung Yesus Diarak Lewati Laut
Panji menceritakan bagaimana pada 2011 dirinya bersama sejumlah rekannya diajak menjelajahi Rote hingga akhirnya tiba di Pantai Bo’a, yang saat itu masih alami dan belum tersentuh pembangunan. Dari kekaguman itulah lahir mimpi besar, yakni membangun salah satu resort terbaik di dunia, tanpa mengorbankan alam dan masyarakat sekitar."Sejak pembangunan dimulai pada 2012, kawasan yang semula gersang kini bertransformasi menjadi ekosistem hijau, dengan lebih dari 1,6 juta tanaman ditanam dan pengembangan nursery yang kini menjadi salah satu yang terbesar di NTT.
"Lebih dari sekadar destinasi wisata, Nihi Rote hadir sebagai ruang tumbuh bagi masyarakat. Melalui Rote Hospitality Academy, generasi muda setempat mendapatkan akses pendidikan dan pelatihan kerja secara gratis," paparnya. Program ini tidak hanya berfokus pada industri perhotelan, tetapi juga telah melahirkan sejumlah tenaga ahli lainnya yang siap mengabdi di daerahnya.
“Kami berkomitmen kuat untuk melestarikan keaslian budaya lokal dan memberdayakan generasi muda melalui pelatihan kerja gratis,” kata Panji.
Komitmen tersebut juga diperkuat dengan peluncuran Yayasan Kesejahteraan Rote Peduli yang menjadi payung berbagai inisiatif sosial, mulai dari pendidikan hingga konservasi satwa, termasuk perlindungan kura-kura leher ular yang terancam punah.
"Resor ini adalah rumah, bukan hanya untuk tamu, tetapi juga untuk masa depan yang lebih baik bagi komunitas, flora dan fauna di pulau ini," ucapnya.
Selain Titiek Soeharto, peluncuran tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh dan anggota Komisi IV DPR Alien Mus dan Rajiv, serta para founder Nihi Rote lainnya.










