Untar Perkuat Jejaring Global Lewat ICEBSH dan ICASTE 2026 di Korea Selatan
Universitas Tarumanagara (Untar) menegaskan perannya dalam jejaring akademik global melalui penyelenggaraan International Conference on Economics, Business, Social and Humanities (ICEBSH) 2026.
ICEBSH sendiri berlangsung bersamaan dengan International Conference on Applied Science, Technology, and Engineering (ICASTE) 2026. Kegiatan ini digelar secara hibrida pada awal bulan ini di Busan, Korea Selatan.
Konferensi yang mengusung tema “People, Planet and Technology: Building Resilient Futures for Sustainable Development” tersebut terselenggara berkat kolaborasi dengan Kun Shan University, Taiwan, dan Pusan National University, Korea Selatan, yang juga bertindak sebagai tuan rumah.
Baca juga: UI Bentuk Tim Ahli untuk Investigasi Kasus Grup Chat Mesum Mahasiswa FHUI
Puasa Syawal dalam Pandangan 4 Mazhab
Tema ini menjadi landasan bagi pertemuan akademisi, peneliti, praktisi, dan pembuat kebijakan dari berbagai negara untuk merumuskan solusi lintas disiplin terhadap tantangan global.Rektor Untar, Prof. Dr. Amad Sudiro dalam sambutannya menegaskan bahwa tema yang diangkat mencerminkan urgensi kolaborasi dalam menghadapi masa depan. Ia menyampaikan bahwa keberlanjutan masa depan sangat bergantung pada kemampuan manusia dalam menjaga sesama, melestarikan lingkungan, serta memanfaatkan teknologi secara bijak.
Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa dunia saat ini bergerak sangat cepat, menghadirkan tantangan sekaligus peluang yang harus direspons secara kolaboratif. Sinergi lintas bidang, seperti ekonomi, ilmu sosial, dan teknik, diharapkan mampu melahirkan solusi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga aplikatif dan berkelanjutan.
Ia juga mendorong para peserta untuk aktif berbagi gagasan, memperluas wawasan, serta membangun kolaborasi yang kuat. Menurutnya, kerja sama global menjadi kunci dalam menciptakan masa depan yang tangguh dan berdaya saing.
Konferensi ini menghadirkan sejumlah pembicara utama, di antaranya Dr. Riela Provi Drianda (Tokyo City University), Dr. Linda Lin-chin Lin (Kun Shan University), Prof. Dr. Kuldeep K. Saxena (Galgotias University), dan Prof. Ju-chul Jeong (Pusan National University).
Sementara itu, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Untar, Dr. Hetty Karunia Tunjungsari menegaskan bahwa konferensi ini diharapkan tidak hanya berhenti pada diskursus akademik.Ia menyampaikan bahwa kontribusi ilmiah dalam ICEBSH dan ICASTE 2026 diharapkan mampu menghasilkan pengetahuan yang dapat diimplementasikan dalam kebijakan publik, praktik industri, serta mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Menurutnya, kolaborasi lintas negara dan disiplin menjadi kunci dalam menjawab kompleksitas tantangan global sekaligus menjadi katalis terciptanya dialog yang bermakna, riset yang berdampak, dan kerja sama berkelanjutan.
Dalam sesi pleno, para pembicara internasional menyampaikan perspektif strategis terkait keberlanjutan global. Dr. Riela Provi Drianda menekankan pentingnya transformasi pelestarian budaya agar tetap relevan, dengan memanfaatkan budaya populer sebagai jembatan bagi generasi muda sekaligus memperluas jangkauan melalui media modern.
Dr. Linda Lin-chin Lin menyoroti pentingnya keseimbangan antara manusia, lingkungan, dan teknologi sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa teknologi harus mampu meningkatkan kualitas hidup tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.
Sementara itu, Prof. Dr. Kuldeep K. Saxena mengangkat isu limbah elektronik dan mikroplastik sebagai tantangan global yang memerlukan solusi kolaboratif dengan tetap mengedepankan tanggung jawab lingkungan. Prof. Ju-chul Jeong menambahkan pentingnya pembangunan perkotaan yang berkelanjutan dan adaptif dalam menghadapi dinamika perubahan zaman.
Ketua Pelaksana Konferensi, Nadia Ayu Rahma Lestari menegaskan bahwa penyelenggaraan ICEBSH dan ICASTE 2026 diharapkan mampu menciptakan sinergi antara bidang sosial-humaniora dan sains-teknologi dalam satu platform kolaboratif, sekaligus membuka peluang kerja sama riset lintas negara yang lebih luas.










