Nekat Keluar dari ITB, Zahid Ibrahim Temukan Passion dan Sukses Jadi Kreator

Nekat Keluar dari ITB, Zahid Ibrahim Temukan Passion dan Sukses Jadi Kreator

Gaya Hidup | inews | Selasa, 21 April 2026 - 16:22
share

JAKARTA, iNews.id – Perjalanan menemukan passion tak selalu berjalan mulus. Hal itu dibuktikan oleh kreator konten edukasi Zahid Ibrahim, yang berani mengambil keputusan besar dalam hidupnya, termasuk meninggalkan bangku kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Dalam sesi talkshow di Genzone School Take Over di SMAN 55 Jakarta, Zahid membagikan kisah inspiratifnya di hadapan para siswa. Dia mengaku, perjalanan menemukan passion sudah dimulai sejak masa SMA, ketika dia iseng membuat video keseharian.

"Awalnya aku cuma bikin video tentang kehidupan sehari-hari di SMA. Tapi dari situ, pelan-pelan terbentuk komunitas," ujar Zahid, Selasa (21/4/2026).

Genzone School Take Over di SMAN 55 Jakarta. (Foto: Isra Triansyah)

Tak disangka, kebiasaan sederhana itu justru membuka banyak peluang. Dari membuat konten, Zahid bisa traveling ke berbagai negara hingga mempelajari bahasa dan budaya baru. Baginya, media sosial menjadi ruang eksplorasi diri yang sangat penting.

"Cara mengeksplor diri adalah dengan mem-publish apa yang kita pikirkan dan pelajari," katanya.

Namun, perjalanan Zahid tak selalu berjalan sesuai rencana. Setelah lulus SMA, dia sempat diterima di ITB jurusan Teknik Mesin. Sayangnya, dia merasa tidak cocok.

"Aku nggak ngerasa terlalu cocok," ungkapnya.

Keputusan untuk keluar dari ITB pun bukan hal mudah. Pro dan kontra datang dari berbagai pihak. Meski begitu, Zahid tetap mantap karena merasa itu adalah langkah terbaik untuk masa depannya.

Keputusan tersebut menjadi titik balik penting dalam hidupnya. Zahid kemudian menjalani gap year selama sekitar 1,5 tahun. Waktu itu dia manfaatkan untuk belajar hal baru dan mencari peluang, termasuk mencoba peruntungan beasiswa ke luar negeri.

Usahanya pun membuahkan hasil. Zahid berhasil mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di Jepang, dan kini tengah bersiap menuju kelulusan.

"Selama gap year, aku banyak belajar tentang kehidupan di negara lain," tuturnya.

Dari pengalamannya, Zahid menegaskan bahwa menemukan passion bukanlah proses instan. Ada fase mencoba, gagal, hingga berani mengambil keputusan besar yang penuh risiko.

Topik Menarik