UTBK 2026 Hari Pertama Diwarnai Kecurangan, Praktik Joki hingga Penggunaan Alat Bantu

UTBK 2026 Hari Pertama Diwarnai Kecurangan, Praktik Joki hingga Penggunaan Alat Bantu

Gaya Hidup | sindonews | Selasa, 21 April 2026 - 11:24
share

Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) hari pertama telah diwarnai kecurangan baik dengan adanya penggunaan alat bantu hingga joki.Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB, Prof Eduart Wolok, menyebut ada dua pola utama yang terdeteksi sejak hari pertama pelaksanaan.

“Bisa dikatakan sampai saat ini kecurangan yang sudah kita dapatkan ada dua, yang berusaha menggunakan alat bantu dan kemudian dengan sistem joki,” ujarnya saat Konferensi Pers Hari Pertama Pelaksanaan UTBK 2026, Selasa (21/4/2026).

Baca juga: Cek Tata Tertib UTBK SNBT 2026 yang Wajib Dipatuhi Peserta Sebelum Ujian Dimulai

Modus pertama adalah penggunaan alat bantu yang disembunyikan di tubuh peserta. Temuan ini antara lain terjadi di pusat UTBK Universitas Sulawesi Barat dan Universitas Diponegoro.

“Menggunakan alat bantu, jadi alat bantu ini disisipkan di pakaian dan sebagainya, kemudian ada headset-nya,” katanya.Selain itu, panitia juga menemukan praktik perjokian dengan cara bertukar identitas. Modus ini terdeteksi di sejumlah pusat UTBK di Universitas Sulawesi Barat, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Airlangga, hingga UPN Veteran Jawa Timur, dan Universitas Negeri Malang. Pelaku diketahui menggunakan identitas berbeda untuk mengikuti ujian di tahun yang berbeda.

Baca juga: UTBK SNBT 2026 Dimulai Hari Ini, Jangan Lupa Bawa 5 Dokumen Wajib Berikut

“Jadi orangnya sama, ikut ujian 2025, 2026 untuk dua nama. Di UPN Jawa Timur juga perjokian. Fotonya dimodifikasi dikit lah. Kalau tahun kemarin jilbabnya agak turun ke bawa tahun ini agak ke atas,” ungkapnya.

Ia memastikan peserta yang terbukti curang akan langsung didiskualifikasi dari proses seleksi. Panitia juga membuka kemungkinan adanya proses hukum lanjutan sesuai ketentuan yang berlaku. Eduart mengimbau peserta untuk tidak mencoba melakukan kecurangan karena sistem pengawasan sudah semakin ketat.

“Yang pasti peserta yang berbuat curang dipastikan sudah tidak lolos. Jadi sekali lagi kami sampaikan bahwasanya jauh lebih baik bagi yang berniat curang sebaiknya dihentikan,” pungkasnya.

Topik Menarik