Kapal Induk Amerika USS Gerald R Ford Mundur dari Perang Iran, Balik ke Pangkalan Kreta
Kapal induk terbesar di dunia milik Amerika Serikat (AS), USS Gerald R. Ford, mundur dari perang melawan Iran. Kapal bertenaga nuklir tersebut kembali ke pangkalan Angkatan Laut di Kreta pada hari Senin.
Meski jadi simbol kekuatan Angkatan Laut Amerika, USS Gerald R Ford sempat "terseok-seok" selama operasi tempur melawan Teheran. Kapal yang mengisi makanan, bahan bakar, dan amunisi di Teluk Souda pada bulan Februari tersebut dilanda kebakaran pada 12 Maret yang melukai dua awaknya.
Baca Juga: Sedang Perang, Tapi Trump Klaim AS Akan Kendalikan Selat Hormuz Bersama Iran
Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap Iran sejak 28 Februari setelah peningkatan besar-besaran kekuatan militer AS di Timur Tengah yang mencakup kapal induk USS Gerald R Ford dan kapal induk lainnya, USS Abraham Lincoln.
Kedua kapal tersebut—yang memiliki sayap udara yang terdiri dari puluhan pesawat—telah memainkan peran kunci dalam operasi melawan Iran, dan penarikan USS Gerlad R. Ford meninggalkan kekosongan bagi pasukan AS di wilayah tersebut.“Menarik Ford dari medan perang untuk jangka waktu yang signifikan berarti berkurangnya dukungan AS untuk upaya perang,” kata Daniel Schneiderman, direktur program kebijakan global di Penn Washington, seperti dikutip dari AFP, Selasa (24/3/2026).“Peran Ford dalam pertahanan Israel sangat signifikan,” lanjut dia, sambil mencatat bahwa jika beberapa kapal yang menyertainya—yang memiliki kemampuan pertahanan udara utama—tetap berada di dekat Israel, maka dampak operasional jangka pendek dari kepergiannya agak berkurang.
Kapal induk USS Gerald R. Ford telah berada di laut selama hampir sembilan bulan—penugasan yang telah membuatnya ikut serta dalam operasi AS di Karibia, di mana pasukan Washington telah melakukan serangan terhadap kapal-kapal yang diduga menyelundupkan narkoba, mencegat kapal tanker yang dikenai sanksi, dan menangkap pemimpin Venezuela Nicolas Maduro.
Menurut militer AS, kebakaran yang melanda USS Gerald R. Ford pada 12 Maret terjadi di ruang cuci di atas kapal, melukai dua pelaut dan menyebabkan kerusakan besar pada sekitar 100 tempat tidur.
Kapal induk tersebut juga dilaporkan mengalami masalah signifikan dengan sistem toiletnya saat berada di laut, di mana media-media AS melaporkan penyumbatan dan antrean panjang untuk toilet di kapal tersebut.
Senator Mark Warner, wakil ketua Komite Intelijen Senat AS, telah mengkritik keras penugasan kapal yang berkepanjangan tersebut.
“Ford dan awaknya telah didorong ke ambang batas setelah hampir setahun di laut, dan mereka telah membayar harga atas keputusan militer Presiden Donald Trump yang sembrono,” katanya.










