Israel Akui 2 Rudal Iran Tembus Sistem Pertahanan Canggih David's Sling, Hantam Parah Dimona dan Arad

Israel Akui 2 Rudal Iran Tembus Sistem Pertahanan Canggih David's Sling, Hantam Parah Dimona dan Arad

Global | sindonews | Selasa, 24 Maret 2026 - 06:07
share

Militer Israel atau IDF akhirnya mengakui bahwa sistem pertahanan udara canggih David's Sling gagal menembak jatuh dua rudal balistik Iran pada Sabtu malam lalu. Akibatnya, kedua misil itu menghantam kota-kota selatan Dimona dan Arad hingga rusak parah.

Menurut penyelidikan Angkatan Udara Israel (IAF) atas insiden tersebut, tidak ada hubungan antara kesalahan yang menyebabkan dampak serangan rudal Iran tersebut, yang melukai hampir 200 orang dan menyebabkan kerusakan yang luas.

Baca Juga: Kapal Induk Amerika USS Gerald R Ford Mundur dari Perang Iran, Balik ke Pangkalan Kreta

Menurut Angkatan Udara Israel, yang dikutip Times of Israel, Selasa (24/3/2026), fakta bahwa insiden tersebut terjadi di area yang sama dalam waktu dua jam sepenuhnya hanya kebetulan.

Rudal-rudal yang menghantam Dimona dan Arad membawa hulu ledak konvensional—bukan hulu ledak cluster—dengan ratusan kilogram bahan peledak. IDF mengatakan rudal-rudal Iran kemungkinan berasal dari keluarga proyektil Ghadr dan merupakan ancaman yang sudah diketahui.

IDF mengeklaim sistem David's Sling telah mencegat kedua rudal tersebut, tetapi pencegatnya gagal menjatuhkan mereka.Menurut IAF, dua serangan rudal sebelumnya di area yang sama di Israel selatan berhasil dicegat menggunakan sistem pertahanan udara yang sama.

Lebih dari 400 rudal balistik telah diluncurkan dari Iran ke Israel sejak awal perang, dengan IDF mengeklaim tingkat pencegatan sebesar 92 persen dari serangan yang menuju ke daerah berpenduduk dan infrastruktur penting.

Meskipun awalnya tidak dirancang untuk mencegat rudal balistik jarak jauh, sistem pertahanan David's Sling pertama kali digunakan melawan rudal balistik Iran selama perang Juni 2025, berhasil menembak jatuh beberapa proyektil yang diluncurkan dari jarak 1.500 kilometer (932 mil).

David's Sling juga telah digunakan dalam perang saat ini, menembak jatuh sejumlah rudal Iran. Ini terjadi setelah Kementerian Pertahanan Israel mengatakan pada awal Februari bahwa mereka telah menyelesaikan serangkaian uji coba "kompleks" dengan David's Sling yang bertujuan untuk meningkatkan kesiapan menghadapi ancaman di masa depan.

Israel mengoperasikan sistem pertahanan rudal berlapis, dengan Arrow 3 saat ini merupakan sistem pertahanan rudal jarak jauh tercanggih rezim Zionis, yang dimaksudkan untuk mencegat rudal balistik—seperti yang ditembakkan dari Iran—saat masih berada di luar atmosfer Bumi.

Penggunaan sistem jarak menengah sebagai pengganti Arrow 3 untuk menembak jatuh rudal balistik Iran diyakini sebagai bagian dari upaya IDF untuk menghemat persediaan pencegat jarak jauh Israel yang mahal.

Meskipun setiap rudal pencegat David’s Sling berharga sekitar USD1 juta untuk digunakan, sistem Arrow 3 dapat menelan biaya lebih dari USD2,5 juta per penggunaan bagi Israel.

Topik Menarik