Sedang Perang, Tapi Trump Klaim AS Akan Kendalikan Selat Hormuz Bersama Iran

Sedang Perang, Tapi Trump Klaim AS Akan Kendalikan Selat Hormuz Bersama Iran

Global | sindonews | Selasa, 24 Maret 2026 - 05:14
share

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeklaim bahwa Selat Hormuz akan segera dibuka. Dia bahkan mengeklaim jalur pelayaran vital tersebut akan dikendalikan Amerika dan Iran secara bersama-sama meskipun faktanya kedua negara sedang berperang.

Trump menyampaikan hal itu kepada jurnalis Kaitlan Collins dari CNN pada hari Senin. Orang nomor satu Amerika itu awalnya ditanya tentang kapan Selat Hormuz diharapkan dibuka kembali, Trump menjawab: "Itu akan segera dibuka."

Baca Juga: Iran Tak Mungkin Tunduk pada Ancaman Trump di Selat Hormuz

Menurutnya, selat itu dapat segera dibuka jika negosiasi dengan Iran terus berjalan dengan cepat.

"Itu akan dikendalikan bersama," lanjut dia. "Saya dan Ayatollah, siapa pun Ayatollah itu, siapa pun Ayatollah berikutnya."

Teheran telah mengumumkan Pemimpin Tertinggi Republik Islam yang baru, Mojtaba Khamenei. Mojtaba menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei yang meninggal dalam serangan hari pertama AS dan Israel pada 28 Februari.Lebih lanjut, Trump kembali menyinggung perihal pergantian rezim di Iran. “Dan akan ada juga perubahan rezim yang sangat serius,” katanya, merujuk pada serangan di awal konflik yang menewaskan sebagian besar pemimpin senior Iran.

“Secara otomatis akan terjadi perubahan rezim,” katanya lagi, sebelum menyatakan bahwa pembicaraan selama akhir pekan menunjukkan harapan untuk mengakhiri konflik.

“Tetapi kita berurusan dengan beberapa orang yang menurut saya sangat masuk akal, sangat solid,” kata Trump kepada Collins. “Orang-orang di dalam tahu siapa mereka, mereka sangat dihormati, dan mungkin salah satu dari mereka akan persis seperti yang kita cari.”

Trump sebelumnya telah mengumumkan bahwa dia membatalkan serangan yang menargetkan fasilitas energi Iran, setelah diduga terjadi "percakapan produktif" dengan Teheran.

Namun, Teheran membantah bahwa ada percakapan yang terjadi dengan Washington. "Trump seharusnya sedikit mengangkat kepalanya dari telepon dan jejaring sosialnya dan mulai sekarang hanya memperhatikan langit, bursa saham, dan harga minyak," kata seorang sumber militer kepada Tasnim News Agency, Selasa (24/3/2026).

Topik Menarik