Rakor Operasi Ketupat 2026, Jasa Raharja Fokus Percepatan Jaminan

Rakor Operasi Ketupat 2026, Jasa Raharja Fokus Percepatan Jaminan

Ekonomi | sindonews | Selasa, 3 Maret 2026 - 18:42
share

Jasa Raharja menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Ketupat 2026 yang digelar di Jakarta, Senin (2/3/2026). Fokus Jasa Raharja pada Angkutan Lebaran 2026 adalah percepatan jaminan dan penguatan upaya keselamatan transportasi.

“Dalam konteks ini, tugas Jasa Raharja bukan hanya membayarkan santunan kepada korban kecelakaan saja. Lami memastikan negara hadir secara cepat, terintegrasi, dan tanpa penundaan saat ada risiko kecelakaan pada masyarakat,” kata Dirut Jasa Raharja Muhammad Awaluddin dalam paparannya.

Awaluddin juga menegaskan keberhasilan Operasi Ketupat 2026 sangat ditentukan sinergi dalam satu ekosistem keselamatan nasional. Jasa Raharja berperan dalam memberikan perlindungan sosial bagi korban kecelakaan. Karena itulah, secara aktivitas, Jasa Raharja tidak dapat bekerja sendiri. Baca juga:2.746 Posko Pengamanan hingga Pelayanan Disiapkan untuk Operasi Ketupat 2026

Sejak Januari hingga Februari 2026, Jasa Marga telah melakukan survei di beberapa jalur tol dan jalan arteri. Kemudian juga cek kesiapan simpul-simpul kritikal seperti di Pelabuhan Bakauheni-Merak. ”Secara keseluruhan, koordinasi langsung dengan Korlantas, Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, dan Jasa Marga sudah dilakukan,” jelasnya.

Jasa Raharja berkomitmen mendukung pelayanan publik yang berorientasi pada keselamatan berkendara. Dalam Operasi Ketupat 2026, perusahaan mengerahkan 2.000 petugas Jasa Raharja secara nasional. Mereka juga membentuk 29 tim reaksi cepat di 29 kantor wilayah, menyiapkan 25 pos pelayanan terintegrasi bersama stakeholder, serta 15 tenda taktis di titik strategis. Selain itu, dilakukan 92 kegiatan dukungan keselamatan dan pemasangan 1.700 titik imbauan keselamatan lalu lintas.

Kehadiran dalam Rakor Lintas Sektoral ini menegaskan komitmen Jasa Raharja untuk memastikan perlindungan bagi masyarakat berjalan cepat, terintegrasi, dan tepat sasaran selama periode Idulfitri 2026. Dengan dukungan Jasa Raharja di seluruh Indonesia, skema asuransi kecelakaan dihadirkan sebagai bagian dari penguatan pelayanan publik.

Sementara itu, Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo menyampaikan Operasi Ketupat 2026 digelar selama 13 hari, mulai 13-25 Maret 2026. Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat pada Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang, menurun 1,75 dibandingkan tahun laly.

Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 14–15 Maret 2026 dan 18–19 Maret 2026. Sedangkan puncak arus balik pada 25–26 Maret dan 28–29 Maret 2026.

Dedi menegaskan, pihaknya berkomitmen mempertahankan bahkan meningkatkan capaian Operasi Ketupat sebelumnya. ”Dengan potensi pergerakan masyarakat yang besar, Polri bersama seluruh stakeholder akan mengoptimalkan manajemen rekayasa lalu lintas seperti ganjil genap, one way, contraflow, hingga buffer zone di pelabuhan agar pengamanan berjalan efektif dan memberikan rasa aman bagi masyarakat,” ujarnya. Baca juga:Dirut Jasa Raharja Muhammad Awaluddin: Dukung Mudik Aman Berkeselamatan

Dalam forum strategis yang dipimpin Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tersebut, mengundang sejumlah pejabat tinggi negara dan pimpinan lembaga terkait. Mulai dari Menko MPK Pratikno, Menag Nasaruddin Umar, Menhub Dudy Purwagandhi, Wamenko Polkam Lodewijk Freidrich Paulus, serta Wamen Pariwisata Ni Luh Puspa. Turut hadir Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo, Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho, perwakilan dari BNPB, BMKG, BASARNAS, serta jajaran Direktur Utama BUMN terkait.

Topik Menarik