Kisah dr Rafli, Lulusan Terbaik FK UI yang Raih Gelar Doktor dengan IPK 4,00
Dr. dr. Achmad Rafli, Sp.A., Subsp. Neuro.(K)., menjadi lulusan Universitas Indonesia (UI) dengan raihan gelar Doktor pada Program Studi Ilmu Kedokteran dengan IPK sempurna 4,00 (Summa Cum Laude) hanya dalam masa studi empat semester.
Pada usia 38 tahun, Rafli menjadi salah satu lulusan terbaik Fakultas Kedokteran (FKUI) dengan penelitian yang menghadirkan harapan baru bagi anak-anak penderita epilepsi dengan kondisi resisten obat. Baca juga: Anak Purbaya, Anies, dan 4 Figur Publik Lain Resmi Jadi Lulusan UI 2026“Bagi saya, pencapaian ini bukan sekadar angka atau gelar. Yang terpenting adalah bagaimana ilmu yang saya pelajari bisa benar-benar terus bermanfaat untuk meningkatkan kualitas hidup sesama, khususnya untuk kemajuan kesehatan anak-anak di Indonesia. Itulah motivasi utama saya,” katanya, melalui siaran pers, Senin (16/2/2026).
Perjalanan Akademik dan Dedikasi
Sejak awal kariernya, dr. Rafli menunjukkan komitmen yang kuat untuk mengabdikan diri di bidang neurologi anak. Saat ini, ia mendedikasikan diri sebagai staf pada Divisi Neurologi, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Ia juga berpraktik di RSIA Bunda Jakarta, serta aktif di dewan editorial jurnal Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), yakni Sari Pediatri dan Buletin IDAI. Baca juga: Putra Anies Baswedan, Mikail Azizi Raih Gelar Sarjana FEB UI: Another New Milestone“Setiap rumah sakit bukan sekadar tempat kerja, melainkan tempat saya belajar langsung dari ketangguhan pasien-pasien kecil,” ungkap pria kelahiran Jakarta, 20 Februari 1987 tersebut. Keberhasilan akademiknya tidak lepas dari doa orang tua, dukungan keluarga, serta bimbingan guru-guru besar FKUI, terutama Prof. Dr. dr. Irawan Mangunatmadja, Sp.A., Subsp. Neuro(K) dan Prof. Dr. dr. Setyo Handryastuti, Sp.A., Subsp. Neuro(K).
“Tanpa bimbingan dan kepercayaan dari para guru, mustahil saya bisa menyelesaikan studi dengan hasil memuaskan,” tambahnya. Baca juga: 9 Jalur Masuk Penerimaan Mahasiswa Baru UI 2026 dan Jadwal Pendaftarannya
Bagi dr. Rafli, tantangan terbesarnya selama melanjutkan studi sembari tetap berpraktik adalah menyeimbangkan waktu dan peran sebagai dosen, dokter, sekaligus sosok ayah. Namun hal tersebut terbukti tidak menghalangi langkahnya.
Justru dari keseimbangan peran itulah lahir pencapaian luar biasa: meraih IPK sempurna, menyelesaikan studi doktoral dalam empat semester, lulus di usia relatif muda, dan melahirkan inovasi penelitian yang bermanfaat bagi anak-anak penderita epilepsi dengan kondisi resisten obat.










