MU Sudah Putuskan Nasib Michael Carrick usai Start Buruk dan Kalah dari Man City
MANCHESTER, iNews.id – Manchester United (MU) sudah memutuskan nasib Michael Carrick usai hasil buruk pasukannya di awal musim Liga Inggris 2026-2027. Klub berjuluk Setan Merah itu masih mempertahankan sang arsitek meski armadanya baru meraih empat poin dari empat pertandingan dan mengalami kekalahan dari Manchester City. Manajemen klub belum memiliki rencana untuk mengganti sang pelatih.
Tekanan terhadap Carrick meningkat setelah MU harus mengakui keunggulan Man City dengan skor 0-1 dalam derby Manchester di Old Trafford, Minggu (14/9/2026). Kekalahan tersebut membuat performa Setan Merah kembali menjadi sorotan setelah belum mampu tampil konsisten.
Gol tunggal Erling Haaland menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut. Namun, hasil akhir laga juga diwarnai kontroversi terkait proses terciptanya gol yang membuat MU gagal meraih poin di kandang sendiri.
Meski situasi semakin sulit, manajemen MU masih memberikan kepercayaan kepada Carrick. Klub menilai pelatih berusia 44 tahun tersebut masih menjadi bagian dari proyek jangka panjang yang sedang dibangun di Old Trafford.
Carrick sebelumnya dipercaya menjadi pelatih permanen MU pada akhir musim lalu setelah menjalani periode interim yang sukses. Saat itu, dia mampu membawa tim finis di posisi ketiga klasemen dan mengamankan tiket Liga Champions.
MU Tetap Yakin dengan Proyek Carrick
Jurnalis Fabrizio Romano mengungkapkan MU belum mempertimbangkan opsi untuk memecat Carrick dalam waktu dekat. Klub masih percaya sang pelatih mampu membawa perubahan positif.
"MU sepenuhnya tetap yakin jika masa depan akan cerah bersama Michael Carrick," ujar Romano melalui kanal YouTube miliknya.
Romano menyebut manajemen MU memahami hasil empat pertandingan awal musim memang mengecewakan. Namun, klub tetap melihat Carrick sebagai sosok yang tepat untuk melanjutkan proyek yang sudah berjalan.
"MU hanya memiliki empat poin dari empat pertandingan Premier League, jadi tentu saja ini mengecewakan dalam hal hasil. Tetapi MU tetap yakin dengan hal tersebut," kata Romano.
Salah satu faktor yang membuat MU masih percaya kepada Carrick adalah keputusan klub dalam bursa transfer musim panas.
MU sebenarnya berusaha memperkuat posisi bek kiri dengan membidik pemain Newcastle United, Lewis Hall. Namun, transfer tersebut tidak terealisasi karena klub tidak mendapatkan pemain yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan.
Romano menjelaskan MU tidak ingin mendatangkan pemain hanya untuk memenuhi target transfer tanpa keyakinan penuh terhadap kualitas sang pemain.
"MU tidak ingin merekrut pemain hanya untuk mengatakan, 'kami sudah membeli seseorang'. Mereka ingin yakin dengan pemain yang akan mereka datangkan, sehingga akhirnya tidak ada transfer yang terjadi," tutur Romano.
Carrick Yakin MU Bisa Bangkit
Selain dukungan dari manajemen, Carrick juga masih memiliki keyakinan terhadap kemampuan skuad MU.
Dia percaya timnya memiliki kualitas untuk memperbaiki performa dalam beberapa pertandingan ke depan, terutama setelah jeda kompetisi.
Romano mengungkapkan keyakinan Carrick di depan publik juga sama dengan yang dia sampaikan kepada pihak klub.
"Apa yang Carrick katakan di depan publik, seperti 'kami akan tampil sangat baik, saya percaya diri, tim ini bagus', itu juga yang dia sampaikan kepada klub," ujar Romano.
Menurut Romano, Carrick tetap yakin MU dapat berkembang dalam beberapa pekan dan bulan mendatang.
"Carrick tetap sangat yakin tim ini bisa tampil sangat baik dalam beberapa minggu dan bulan ke depan, terutama setelah jeda pertandingan internasional," lanjutnya.
Kekalahan dari Man City menjadi pukulan bagi MU, tetapi belum membuat posisi Carrick berada di ujung tanduk.
Manajemen klub bersama INEOS masih memberikan waktu bagi Carrick untuk membuktikan kemampuannya. Tantangan berikutnya adalah mengembalikan performa MU sekaligus membuktikan kepercayaan klub tidak salah diberikan.









