Punya Potensi Wisata hingga Tambang, Ekonomi Perbatasan RI Terkendala Jalan dan Sinyal

Punya Potensi Wisata hingga Tambang, Ekonomi Perbatasan RI Terkendala Jalan dan Sinyal

Ekonomi | okezone | Jum'at, 6 November 2026 - 19:01
share

JAKARTA – Potensi ekonomi kawasan perbatasan seperti Temajuk, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, belum sepenuhnya didukung infrastruktur. Kondisi jalan yang belum beraspal dan keterbatasan jaringan telekomunikasi menjadi kendala bagi pengembangan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Menurut Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil (BNPPDT), Edfrie R. Maith, Temajuk memiliki potensi ekonomi di sektor pariwisata, perkebunan, dan pertambangan yang masih dapat dikembangkan.

Sektor pariwisata, misalnya, memiliki daya tarik berupa keindahan pantai Temajuk yang berpotensi mendatangkan wisatawan, termasuk masyarakat dari negara tetangga melalui Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk.

Namun, berdasarkan hasil peninjauan lapangan, pengembangan kawasan tersebut masih menghadapi sejumlah kendala infrastruktur. Selain kondisi beberapa ruas jalan yang belum beraspal, Temajuk juga memiliki keterbatasan jaringan telekomunikasi.

Maith mengungkapkan, saat ini Temajuk hanya memiliki satu menara Base Transceiver Station (BTS). Akibatnya, jangkauan sinyal komunikasi di kawasan tersebut belum optimal.

Selain persoalan infrastruktur, peningkatan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga menjadi perhatian. Menurut Maith, masyarakat perlu memiliki keterampilan dan kemampuan mengelola usaha agar dapat memanfaatkan potensi ekonomi di kawasan perbatasan.

"Untuk mengelola potensi-potensi ini perlu adanya pembinaan, bimbingan, dan pelatihan kepada para pengusaha. Kita perlu meningkatkan kapasitas pelaku UMKM agar usaha yang dijalankan dapat berkembang secara lebih profesional," ujar Maith, Jumat (6/11/2026).

Dia menambahkan, peningkatan kualitas usaha perlu disertai pemenuhan standar produk, salah satunya melalui sertifikasi halal. Langkah tersebut dinilai dapat meningkatkan kualitas dan daya saing produk lokal.

Kebutuhan pengembangan kawasan Temajuk juga berkaitan dengan rencana pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN). Menurut Maith, peningkatan aktivitas lintas batas berpotensi membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.

"Kalau perbatasan kita di PLB semakin ramai dan nantinya PLBN dibangun, tentu peluang ekonomi masyarakat juga semakin terbuka. Masyarakat sekitar harus memiliki kesiapan untuk menangkap peluang tersebut," katanya.

Maith mencontohkan perkembangan aktivitas ekonomi di sejumlah kawasan yang telah memiliki PLBN, seperti Entikong di Kalimantan Barat, Skouw di Papua, dan Motaain di Nusa Tenggara Timur.

Menurutnya, peningkatan aktivitas di kawasan perbatasan dapat mendorong pergerakan ekonomi masyarakat sekitar. Karena itu, pembangunan infrastruktur dan kesiapan pelaku usaha perlu berjalan beriringan agar masyarakat Temajuk dapat memanfaatkan peluang ekonomi yang muncul.

Topik Menarik