Cuaca Panas Bikin Konsumsi Listrik Berpotensi Naik,Masyarakat Diminta Cermati Tagihan
JAKARTA – Cuaca panas berpotensi meningkatkan konsumsi listrik rumah tangga seiring bertambahnya penggunaan pendingin ruangan dan peralatan elektronik. Masyarakat pun diminta lebih bijak menggunakan listrik serta memahami mekanisme perhitungan tagihan agar dapat mengendalikan pengeluaran.
Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Niti Emiliana, mengatakan konsumen perlu memperhatikan pola penggunaan listrik, terutama saat cuaca panas. Langkah tersebut penting untuk mengelola konsumsi energi sekaligus memahami faktor yang memengaruhi besaran tagihan, terlebih pemerintah telah menyatakan tidak ada kenaikan tarif listrik.
“Konsumen perlu aktif memperhatikan pola konsumsi listrik terutama di cuaca panas, memastikan instalasi listrik di rumah memenuhi standar keselamatan, serta melakukan pemeriksaan instalasi secara berkala,” ujar Niti.
MNC Asset Management dan Trust Sekuritas Perkuat Literasi Keuangan di Tengah Ketidakpastian
Selain mengendalikan konsumsi, masyarakat juga perlu memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman. Konsumen diimbau menghindari penggunaan stopkontak secara berlebihan serta segera mengganti kabel dan peralatan listrik yang rusak untuk mencegah korsleting maupun kebakaran.
Niti juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi mengenai tarif dan tagihan listrik yang belum terverifikasi. Konsumen sebaiknya mengacu pada informasi resmi agar tidak keliru memahami kebijakan tarif maupun perhitungan biaya listrik.
“Konsumen juga perlu bijak dalam menerima informasi,” tambahnya.
Di sisi lain, Niti menegaskan bahwa konsumen berhak memperoleh informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai penggunaan serta biaya layanan listrik.
Apabila menemukan tagihan yang dinilai tidak wajar, konsumen berhak meminta penjelasan dan mengajukan keberatan melalui mekanisme pengaduan yang tersedia.
Ia menambahkan, keterjangkauan tarif listrik dan daya beli masyarakat perlu menjadi pertimbangan pemerintah dalam setiap kebijakan penyesuaian tarif. Pasalnya, listrik merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat.









