Stevia Asli atau Campuran, Begini Cara Mengetahui Perbedaannya
PRODUK stevia kini semakin banyak digunakan sebagai alternatif pengganti gula pasir. Namun, di tengah beragamnya produk yang beredar di pasaran, konsumen perlu lebih teliti untuk mengetahui apakah stevia yang dibeli benar-benar menggunakan ekstrak stevia atau sudah dicampur dengan bahan pemanis lainnya.
Lantas, bagaimana cara membedakan stevia asli dan stevia campuran? dr. Amadea Hasian, Sp.GK yang merupakan Spesialis Gizi Klinik dalam acara Morning Zone yang tayang di Youtube Okezone mengatakan masyarakat sebenarnya tidak bisa memastikan keaslian stevia hanya melalui rasa, warna, maupun aromanya.
Sebab, setiap produk stevia memiliki karakteristik yang berbeda, bergantung pada komposisi, proses pemurnian, hingga cara pengolahannya. Terlebih, saat ini terdapat berbagai varian produk stevia di pasaran, mulai dari stevia original hingga stevia dengan varian rasa pandan dan gula aren.
"Kalau kita tidak punya uji laboratorium, sayangnya kita tidak bisa memastikan dari rasa, warna, atau aroma," ucap dr. Amadea.
1. Uji Laboratorium Jadi Cara Memastikan Kandungan Stevia
Untuk mengetahui secara pasti apakah suatu produk menggunakan stevia murni atau memiliki campuran bahan lain, diperlukan pemeriksaan laboratorium. Hal ini karena setiap merek dapat memiliki komposisi dan metode pemrosesan yang berbeda.
Produk yang sama-sama menggunakan nama stevia belum tentu mempunyai kandungan yang identik. Karena itu, konsumen sebaiknya tidak langsung menyimpulkan suatu produk merupakan stevia oplosan hanya berdasarkan perbedaan rasa, warna, atau tingkat kemanisannya. Pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk mengidentifikasi kandungan bahan secara lebih akurat.
2. Masyarakat Harus Lebih Teliti Membaca Label Gizi
Meski tidak bisa melakukan pengujian laboratorium sendiri, masyarakat tetap dapat melakukan langkah sederhana sebelum membeli produk stevia. Caranya memeriksa informasi pada kemasan.
Menurut narasumber, konsumen perlu lebih memperhatikan informasi label gizi dan daftar komposisi yang tercantum pada produk. Ada beberapa hal yang perlu diperiksa.
Pertama, daftar komposisi. Perhatikan seluruh bahan yang digunakan, termasuk jenis pemanis dan bahan tambahan lainnya.
Kedua, takaran saji. Ketahui berapa banyak produk yang digunakan dalam satu sajian agar tidak salah memperkirakan jumlah konsumsi.
Ketiga, kandungan karbohidrat. Perhatikan jumlah karbohidrat dalam setiap sajian, terutama bagi penderita diabetes yang perlu mengontrol gula darah.
Keempat, informasi produsen. Pastikan identitas produsen dan informasi produk tercantum secara jelas pada kemasan. Dengan membaca informasi tersebut, konsumen dapat mengetahui lebih banyak mengenai produk yang akan dikonsumsi dan menyesuaikannya dengan kebutuhan masing-masing.
3. Cek Izin Edar BPOM Sebelum Membeli Stevia
Selain membaca komposisi dan informasi nilai gizi, konsumen juga disarankan memeriksa izin edar produk melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Nomor izin edar dapat digunakan untuk menelusuri informasi registrasi produk dan memastikan kesesuaian identitas produk yang terdaftar.
Namun, perlu dipahami bahwa adanya izin edar bukan berarti konsumen tidak perlu lagi membaca komposisi. Informasi kandungan dan label gizi tetap harus diperhatikan. Bagi penderita diabetes, pemeriksaan kandungan karbohidrat per sajian juga tidak kalah penting karena produk pemanis tertentu dapat memiliki bahan tambahan yang berbeda-beda.
Pada akhirnya, masyarakat perlu lebih kritis dalam memilih produk stevia. Jangan hanya terpaku pada klaim alami atau rendah gula di bagian depan kemasan, tetapi periksa juga daftar komposisi, takaran saji, kandungan karbohidrat, serta izin edarnya.
“Stevia sendiri nih, apalagi zaman sekarang, ada macam-macam jenisnya. Ada stevia pandan, gula aren, atau stevia biasa. Setiap merek itu komposisinya macam-macam, cara pemurnian, cara pemrosesannya,” ujar dr. Amadea.
“Kalau untuk mengetahui secara pasti, harus dilakukan uji labolatorium. Jadi sebagai masyarakat harus lebih aware dengan informasi label gizi. Lihat komposisi apa saja, takaran saji seberapa banyak, lalu untuk penderita diabetes memang karbohidratnya berada per sajian,” lanjutnya.
“Kemudian untuk lebih bagus lagi kita bisa lihat kalau sudah ada izin edarnya, kita bisa lihat di izin BPOM,” tutupnya.









