Profil dan Potret Cantik Eva Olid, Pelatih Tim Wanita Manchester United yang Tak Terkalahkan dalam 10 Pertandingan

Profil dan Potret Cantik Eva Olid, Pelatih Tim Wanita Manchester United yang Tak Terkalahkan dalam 10 Pertandingan

Gaya Hidup | okezone | Rabu, 4 November 2026 - 21:22
share

SOSOK Eva Olid tengah menjadi sorotan pencinta sepakbola wanita. Pelatih asal Spanyol tersebut berhasil membawa Manchester United Women mencatatkan tren positif dengan tidak terkalahkan dalam 10 pertandingan terakhir di berbagai kompetisi.

Selain dikenal karena kemampuannya meracik strategi, Eva Olid juga mencuri perhatian berkat penampilannya yang elegan. Dia juga terlihat karismatik ketika mendampingi anak asuhnya di pinggir lapangan.

Perempuan bernama lengkap Eva Olid Nicolás ini resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala Manchester United Women pada Agustus 2026. Sebelum bergabung dengan klub berjuluk Setan Merah tersebut, ia lebih dahulu mencatatkan prestasi bersama Heart of Midlothian Women atau Hearts di Skotlandia.

Lantas, seperti apa profil, pendidikan, dan perjalanan karier Eva Olid hingga dipercaya menangani salah satu klub sepak bola terbesar di dunia? Mari mengulasnya lebih mendalam.

1. Profil dan Biodata Eva Olid

Dilansir dari laman resmi Man United, Eva Olid merupakan pelatih sepakbola wanita berkebangsaan Spanyol. Ia lahir di Sabadell, Catalonia, pada 28 Agustus 1985.

Ketertarikannya terhadap sepakbola sudah tumbuh sejak kecil. Eva bahkan mulai bermain sepakbola ketika berusia 7 tahun dan sempat bermain bersama anak laki-laki sebelum bergabung dengan tim perempuan pada usia 10 tahun.

Pengalaman tersebut menjadi awal perjalanan panjangnya di dunia sepakbola, baik sebagai pemain maupun pelatih. Hingga kini, karier sebagai pelatih pun bisa terukir ciamik.

2. Pendidikan Eva Olid, Pernah Menekuni Bidang Pendidikan Jasmani

Di balik kariernya sebagai pelatih sepak bola profesional, Eva Olid ternyata memiliki latar belakang pendidikan yang berkaitan dengan olahraga dan pendidikan. Saat masih muda, Eva sempat mempertimbangkan pendidikan sebagai jalan karier setelah menyadari bahwa biaya untuk terus bermain sepak bola cukup besar.

Eva kemudian menempuh pendidikan untuk menjadi guru Pendidikan Jasmani atau Physical Education serta bahasa Inggris. Latar belakang tersebut turut memberikan bekal dalam perjalanan profesionalnya.

Sebagai pelatih, Eva tidak hanya dituntut memahami taktik permainan, tetapi juga mampu berkomunikasi, membimbing, dan mengembangkan kemampuan para pemain. Pengalaman di bidang pendidikan menjadi salah satu sisi menarik dari perjalanan hidup perempuan asal Spanyol tersebut.

3. Perjalanan Karier Eva Olid sebagai Pelatih

Eva Olid mulai menekuni dunia kepelatihan ketika berusia 26 tahun. Kariernya sebagai pelatih dimulai di Spanyol. Ia pernah menangani Sant Quirze, klub sepak bola wanita yang berhasil dibawanya mencapai posisi terbaik dalam sejarah klub.

Eva kemudian memiliki pengalaman melatih tim akademi putra Sant Cugat FC. Kemudian, dia kembali berkecimpung dalam sepakbola wanita bersama klub di kota kelahirannya, Sabadell.

Pada Juli 2021, Eva mendapatkan kesempatan besar dengan bergabung bersama Heart of Midlothian Women atau Hearts di Skotlandia. Selama hampir 5 tahun menangani Hearts, ia berhasil mengubah klub tersebut menjadi salah satu kekuatan penting dalam kompetisi sepakbola wanita Skotlandia.

Pencapaian terbesarnya datang pada musim 2025-2026 ketika Hearts berhasil meraih gelar Scottish Women's Premier League untuk pertama kalinya dalam sejarah klub. Keberhasilan tersebut membuat nama Eva Olid semakin diperhitungkan di dunia sepakbola wanita Eropa.

 

4. Sukses Membawa Hearts Menjadi Juara Liga Skotlandia

Salah satu alasan Manchester United tertarik merekrut Eva Olid adalah keberhasilannya membangun kekuatan Hearts. Ketika pertama kali bergabung pada 2021, Hearts bukanlah klub yang secara konsisten berada di papan atas kompetisi.

Namun, secara bertahap Eva berhasil mengembangkan permainan tim, meningkatkan kualitas pemain, serta membangun identitas sepak bola yang lebih menyerang. Puncaknya, Hearts berhasil menjadi juara Scottish Women's Premier League musim 2025-2026.

Prestasi tersebut juga membuat Eva mendapatkan dua penghargaan individu, yakni SWPL Manager of the Season dan PFA Scotland SWPL Manager of the Year. Keberhasilannya tidak hanya terlihat dari gelar juara, tetapi juga kemampuannya mengembangkan pemain muda. Sejumlah pemain akademi mendapatkan kesempatan tampil di tim utama selama masa kepelatihannya.

5. Resmi Menjadi Pelatih Manchester United Women

Pada Agustus 2026, Manchester United mengumumkan Eva Olid sebagai pelatih kepala baru tim wanita mereka. Ia menandatangani kontrak hingga Juni 2028 dengan opsi perpanjangan selama satu tahun.

Penunjukan tersebut menjadi langkah penting dalam kariernya karena Manchester United merupakan salah satu klub dengan basis penggemar terbesar di dunia. Eva menggantikan Marc Skinner yang meninggalkan jabatan tersebut setelah lima tahun menangani Manchester United Women.

Manajemen klub berharap Eva mampu membangun identitas permainan yang kuat sekaligus mengembangkan pemain muda dari akademi. Dalam pernyataan resminya, Eva mengungkapkan bahwa kesempatan melatih Manchester United Women merupakan impian yang menjadi kenyataan.

Eva juga menyatakan antusiasmenya untuk bekerja bersama para pemain. Dia siap membantu mereka mencapai potensi terbaik.

6. Manchester United Women Tak Terkalahkan dalam 10 Pertandingan

Salah satu pencapaian yang membuat nama Eva Olid kembali menjadi perhatian adalah keberhasilannya membawa Manchester United Women mencatatkan 10 pertandingan tanpa kekalahan.

Catatan tersebut dikonfirmasi setelah Manchester United bermain imbang tanpa gol melawan Everton pada 31 Oktober 2026. Hasil tersebut membuat Setan Merah tidak terkalahkan dalam 10 pertandingan terakhir di seluruh kompetisi, termasuk Barclays Women's Super League dan Subway Players Cup.

Perjalanan menuju catatan positif tersebut tidak berlangsung mudah. Pada awal musim, Manchester United sempat mengalami kekalahan 2-1 dari London City Lionesses dan kekalahan telak 5-0 dari Chelsea.

Namun, Eva kemudian melakukan evaluasi dan membangun kembali kepercayaan diri tim. Manchester United mulai menunjukkan perkembangan dengan meraih sejumlah hasil positif, termasuk hasil imbang melawan Arsenal dan Manchester City.

Catatan 10 pertandingan tanpa kekalahan ini menjadi salah satu indikator perkembangan tim di bawah kepemimpinan Eva Olid. Di luar laga, pelatih berusia 41 tahun tersebut juga kerap jadi sorotan. Dia sering mengenakan pakaian kasual maupun busana olahraga ketika memimpin sesi latihan dan pertandingan.

Penampilannya yang sederhana, ekspresi serius ketika pertandingan berlangsung, serta gaya komunikasinya bersama para pemain membuat Eva memiliki karakter tersendiri sebagai seorang pelatih.

Topik Menarik