Mau Turunkan Lemak Perut? Jangan Abaikan Waktu Tidur
JAKARTA - Mengatur pola makan dan rutin berolahraga sering menjadi fokus utama saat seseorang ingin menurunkan berat badan. Namun, ada satu kebiasaan lain yang tidak kalah penting, tetapi kerap diabaikan, yaitu mencukupi waktu tidur.
Dokter yang sering membagikan edukasi kesehatan, dr. Adam Prabata mengingatkan bahwa tidur yang cukup juga berperan dalam upaya menurunkan lemak tubuh.
Dalam cuitannya di X, ia menjelaskan bahwa kurang tidur dapat memengaruhi jumlah kalori yang dikonsumsi sekaligus komposisi tubuh.
Ia mengutip penelitian yang menemukan bahwa pembatasan waktu tidur hingga hanya empat jam sehari berkaitan dengan peningkatan asupan kalori. Sementara itu, pengeluaran energi tidak mengalami perubahan yang sebanding.
Jika kondisi kurang tidur berlangsung terus-menerus, dampaknya dapat terlihat pada penumpukan lemak, termasuk di area perut.
“Kurang tidur, yaitu hanya 4 jam sehari, itu berhubungan dengan peningkatan kalori yang kita makan, tanpa perubahan pada pengeluaran energi. Efeknya adalah lemak perut bisa naik 9-11 lebih tinggi, bila kurang tidur terus terjadi selama minimal 2 minggu,” tulis dr. Adam.
Artinya, seseorang yang sedang berusaha menurunkan berat badan bisa menghadapi tantangan tambahan apabila waktu istirahatnya tidak tercukupi. Meski sudah berusaha mengatur asupan makanan, kurang tidur bisa membuat jumlah kalori yang masuk justru meningkat.
Tak hanya berpengaruh terhadap lemak perut, kurang tidur juga dikaitkan dengan perubahan komposisi tubuh selama program penurunan berat badan.
Dokter Adam menjelaskan, penelitian lain menunjukkan bahwa orang yang mengalami pembatasan waktu tidur cenderung kehilangan lebih sedikit massa lemak. Sebaliknya, massa otot yang hilang justru lebih banyak.
Kondisi ini tentu perlu diperhatikan, terutama bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan dengan tetap mempertahankan massa otot. Sebab, angka timbangan yang turun belum tentu menggambarkan bahwa penurunan tersebut berasal dari lemak tubuh.
Karena itu, dr. Adam mengingatkan agar tidur dan istirahat tidak diabaikan selama menjalani program penurunan berat badan. Mengatur pola makan dan aktivitas fisik tetap penting, tetapi keduanya perlu diimbangi dengan waktu tidur yang memadai.
“Jadi, untuk kalian yang sedang berusaha menurunkan berat badan, termasuk massa lemak, coba deh lebih diperhatikan tidur dan istirahatnya!” tulisnya.










