Waspada! Getaran Banjir Semeru Terekam Selama 6 Jam, PVMBG: Penambang Pasir Setop Aktivitas
JAKARTA - Gunung Semeru tercatat mengalami banjir lahar akibat hujan lebat sejak Minggu 1 November 2026 pukul 23.40 WIB. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan getaran banjir terekam selama 6 jam.
Ketua Tim Kerja Gunung Api PVMBG, Heruningtyas Desi Purnamasari, mengatakan hujan terpantau terjadi di sekitar Gunung Semeru sejak Minggu malam pukul 23.40 WIB hingga laporan tersebut disampaikan.
"Pada periode pukul 00.00–06.00 WIB, alat pemantauan merekam getaran banjir selama 6 jam dengan amplitudo maksimum 65 mm," ungkap Heruningtyas, Senin (2/11/2026).
Heruningtyas mengatakan, Gunung Semeru masih berstatus Level III (Siaga). Namun, hujan berpotensi mengangkut endapan material vulkanik dan membentuk aliran lahar melalui sungai-sungai yang berhulu di Gunung Semeru, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak-anak sungainya.
"Kondisi ini membahayakan penambang pasir, pengemudi angkutan material, dan masyarakat yang beraktivitas di alur maupun bantaran sungai," kata Heruningtyas.
Heruningtyas juga mengimbau para penambang pasir dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar aliran sungai yang berpotensi dilalui lahar agar segera menghentikan aktivitas dan menjauh dari alur serta bantaran sungai menuju tempat aman.
"Masyarakat diminta mematuhi zona larangan aktivitas, khususnya sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 km dari puncak. Di luar jarak tersebut, area hingga 500 meter dari tepi sungai harus dikosongkan dari aktivitas karena potensi perluasan awan panas dan lahar hingga 17 km dari puncak," pungkasnya.










