Studi: Sedotan Kertas Belum Tentu Lebih Ramah Lingkungan daripada Plastik

Studi: Sedotan Kertas Belum Tentu Lebih Ramah Lingkungan daripada Plastik

Gaya Hidup | okezone | Jum'at, 30 Oktober 2026 - 21:05
share

SELAMA ini, banyak orang menggunakan sedotan kertas dengan anggapan lebih ramah lingkungan dibandingkan sedotan plastik. Namun, sebuah penelitian terbaru di Korea Selatan menemukan bahwa sedotan kertas justru berdampak lebih tinggi dalam sejumlah aspek.

Dilansir dari The Straits Times, penelitian dari Kementerian Iklim, Energi, dan Lingkungan Korea Selatan membandingkan empat jenis sedotan. Ada plastik konvensional, kertas, plastik biodegradable (mudah terurai), dan bio-based polyethylene (bio-PE).

1. Sedotan Kertas vs Plastik

Para peneliti menghitung dampak lingkungan dari seluruh proses, mulai dari pengambilan bahan baku, produksi, penggunaan, hingga pembuangan. Hasilnya, sedotan plastik konvensional justru memiliki dampak paling rendah dalam 10 dari 16 kategori yang diteliti.

Salah satu temuan yang cukup mengejutkan adalah dampak karsinogenik sedotan kertas tercatat 6,33 kali lebih tinggi dibandingkan sedotan plastik konvensional. Istilah karsinogenik di sini merujuk pada potensi suatu proses atau bahan berisiko kanker berdasarkan perhitungan ilmiah.

Selain itu, sedotan kertas juga memiliki dampak pengasaman lingkungan 2,04 kali lebih tinggi dibandingkan sedotan plastik. Sementara itu, sedotan plastik biodegradable memiliki dampak karsinogenik 3,34 kali lebih tinggi dan dampak pengasaman 1,98 kali lebih tinggi. Jenis bio-PE bahkan mencatat dampak karsinogenik 16,18 kali lebih tinggi.

 

2. Sama-Sama Sulit Didaur Ulang

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa sedotan dari berbagai bahan sama-sama sulit didaur ulang. Ukurannya yang kecil membuat sedotan sulit dipisahkan oleh mesin di fasilitas pengolahan sampah. Selain itu, lapisan pelindung dan perekat pada produk tertentu juga dapat menghambat proses daur ulang.

Dengan demikian, persoalan utamanya bukan hanya bahan sedotan, tetapi juga penggunaan produk sekali pakai. Memakai sedotan hanya saat diperlukan dapat menjadi langkah sederhana untuk mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan.

Topik Menarik