Bahaya Duduk Terlalu Lama di Kantor bagi Perempuan, Bisa Perparah Nyeri Haid

Bahaya Duduk Terlalu Lama di Kantor bagi Perempuan, Bisa Perparah Nyeri Haid

Gaya Hidup | inews | Jum'at, 30 Oktober 2026 - 11:11
share

JAKARTA, iNews.id - Kebiasaan duduk terlalu lama di kantor ternyata tidak hanya menyebabkan tubuh pegal dan kaku. Bagi perempuan, kebiasaan ini juga dikaitkan dengan meningkatnya keparahan gejala menstruasi, mulai dari kram perut hingga nyeri punggung.

Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian perempuan pekerja yang menghabiskan sebagian besar waktunya di depan komputer atau meja kerja. Tanpa diselingi aktivitas fisik, tubuh bisa mengalami ketegangan otot dan gangguan kenyamanan di area panggul.

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr Noah Jefferson Permana, mengingatkan perempuan karier agar tidak terus-menerus duduk selama bekerja. Dia menjelaskan hubungan antara kebiasaan tersebut dengan gejala menstruasi.

"Sebagai dokter, teruntuk perempuan karier, jangan lupa ‘istirahat’ dari duduk, karena berhubungan sama gejala haid, sini aku jelasinn," ujarnya, di akun Threads dikutip Jumat (30/10/2026).

Menurut dr Noah, keterkaitan antara durasi duduk dan keparahan gejala menstruasi juga ditemukan dalam sebuah penelitian di Korea Selatan. Studi yang melibatkan 603 responden perempuan tersebut menunjukkan hubungan signifikan antara kebiasaan duduk terlalu lama dan meningkatnya keluhan saat menstruasi.

"Studi Korea di 603 perempuan nunjukin ada hubungan signifikan. Duduk terlalu lama dalam jangka waktu panjang. Frekuensi dan keparahan gejala haid (kram, nyeri punggung, dll) bisa lebih sering dan lebih berat," katanya.

Dia menjelaskan, salah satu faktor yang berperan dalam nyeri haid adalah prostaglandin, senyawa yang memicu kontraksi otot rahim untuk membantu meluruhkan lapisan dinding rahim selama menstruasi.

Ketika perempuan duduk terlalu lama tanpa bergerak, kondisi otot dan sirkulasi darah di area panggul juga dapat terpengaruh. Ketegangan otot serta berkurangnya suplai oksigen pada jaringan dapat berkaitan dengan meningkatnya sensasi nyeri.

"Bener tuntutan pekerjaan, tapi kalau kamu duduk kelamaan prostaglandin yang bikin ‘nyeri haid’ ditambah lagi sama sirkulasi darah area panggul nggak optimal, kurang suplai oksigen dan otot panggul tegang, kontraksi rahim saat jaringan kekurangan oksigen memicu sinyal nyeri lebih kuat. Jadinya gejala haid bisa lebih terasa," ucapnya.

Tips Mencegah Dampak Duduk Terlalu Lama

Untuk mengurangi dampak kebiasaan duduk berkepanjangan, dr. Noah menyarankan perempuan pekerja menyelingi aktivitas di kantor dengan gerakan ringan setiap satu jam.

Beberapa aktivitas sederhana yang bisa dilakukan antara lain berjalan kaki sebentar, berdiri dari kursi, atau melakukan peregangan santai. Kebiasaan tersebut membantu tubuh tetap aktif meskipun tuntutan pekerjaan mengharuskan seseorang duduk dalam waktu lama.

"Terus harus gimana? Cobain selingin gerakan ringan per satu jam seperti jalan kaki ringan, stretching santai misal seperti di gambar. Sehat terus perempuan kuat," katanya.

Selain menjaga aktivitas fisik, perempuan juga perlu memperhatikan gejala menstruasi yang dialami. Nyeri haid yang semakin berat atau sampai mengganggu pekerjaan dan aktivitas sehari-hari sebaiknya tidak dianggap sebagai keluhan biasa.

dr Noah mengimbau perempuan untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila gejala menstruasi mulai mengganggu aktivitas.

"Periksakan kalau gejala haid sudah dirasa mengganggu aktivitas. Disclaimer: efek pada tiap orang bisa berbeda karena tiap individu itu unik," ujarnya.

Topik Menarik