Profil dan Pekerjaan Calvin Cheng, Politikus Singapura yang Singgung Pemutusan Internet Indonesia

Profil dan Pekerjaan Calvin Cheng, Politikus Singapura yang Singgung Pemutusan Internet Indonesia

Ekonomi | okezone | Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:03
share

JAKARTA – Profil dan pekerjaan Calvin Cheng, politikus Singapura yang singgung pemutusan internet Indonesia. 

Nama Calvin Cheng menjadi sorotan setelah mengunggah infografis di media sosial X yang menyinggung ketergantungan lalu lintas internet Indonesia terhadap Singapura. Infografis tersebut memuat tulisan “Cut?” di tengah isu pemangkasan ekspor gas Indonesia ke Singapura.

Unggahan itu memicu perbincangan mengenai ketergantungan konektivitas internet Indonesia pada infrastruktur di negara tetangga tersebut. Cheng kemudian menegaskan bahwa pemutusan koneksi internet Indonesia bukanlah langkah yang akan dilakukan.

Perhatian publik terhadap unggahan tersebut turut memunculkan pertanyaan mengenai sosok Cheng, termasuk latar belakang dan pekerjaannya. Ia merupakan pengusaha asal Singapura yang pernah menjadi anggota parlemen melalui mekanisme penunjukan. Selain berkiprah di dunia bisnis, ia juga menjabat sebagai Konsul Kehormatan Republik Serbia untuk Singapura.

Latar Belakang Pendidikan Calvin Cheng

Cheng menempuh pendidikan di Hertford College, University of Oxford, Inggris, dengan mengambil bidang Filsafat, Politik, dan Ekonomi (Philosophy, Politics, and Economics atau PPE).

Ia juga tercatat melanjutkan studi pascasarjana di University of Oxford, dengan fokus pada hubungan industrial dan manajemen sumber daya manusia, berdasarkan profil biografinya.

Latar belakang pendidikan tersebut menjadi bagian dari perjalanan kariernya di bidang bisnis dan pemerintahan. Cheng diketahui pernah berkecimpung di sejumlah sektor, mulai dari industri mode dan media hingga teknologi dan jasa keuangan.

Pernah Berkarier di Industri Mode dan Media

Pada awal karier bisnisnya, Cheng terlibat dalam industri mode. Ia pernah menjabat sebagai Presiden Elite Model Management untuk kawasan Asia dan mengawasi operasional sejumlah agensi model.

Ia juga menjadi salah satu pendiri Lumina-Looque International, perusahaan media terintegrasi yang memiliki kegiatan usaha di Singapura, Malaysia, dan China. Perusahaan tersebut bergerak di sejumlah bidang, termasuk penyelenggaraan acara, agensi model, dan penerbitan.

Pengalamannya di industri media dan hiburan kemudian menjadi salah satu bagian dari portofolio bisnis yang ia kembangkan sebelum terlibat lebih jauh di sektor teknologi.

Terlibat dalam Bisnis Teknologi dan Keuangan

Di sektor teknologi, Cheng pernah memimpin Retech Technology Co., perusahaan yang menyediakan platform pelatihan korporasi daring, terutama bagi perusahaan di China.

Pada 2010, ia mendirikan perusahaan pelatihan yang menyediakan layanan pengembangan keterampilan bagi kalangan korporasi. Pada Agustus 2015, bisnis tersebut digabungkan dengan unit usaha Retech di China.

Perusahaan hasil penggabungan itu kemudian melantai di Australian Securities Exchange (ASX), bursa saham Australia, pada Juni 2017.

Selain di bidang teknologi pendidikan, Cheng juga terlibat dalam investasi pada sektor teknologi finansial (financial technology atau fintech), media, dan teknologi digital. Profil bisnisnya mencakup investasi pada perusahaan pialang daring serta perusahaan yang bergerak di bidang aset digital.

Pernah Menjadi Anggota Parlemen Singapura

Di luar kegiatan bisnis, Cheng pernah menjadi anggota parlemen Singapura melalui mekanisme Nominated Member of Parliament (NMP), yakni anggota parlemen yang ditunjuk, bukan dipilih langsung melalui pemilihan umum.

Ia juga pernah terlibat dalam sejumlah badan dan dewan penasihat di Singapura, termasuk Media Literacy Council dan REACH, lembaga pemerintah yang menghimpun masukan masyarakat terkait kebijakan publik.

Pada November 2022, Cheng ditunjuk sebagai Konsul Kehormatan Republik Serbia untuk Singapura. Salah satu tugasnya adalah membantu pembentukan konsulat Serbia di negara tersebut.

Dengan pengalaman di sektor bisnis dan jabatan publik, Cheng memiliki rekam jejak di berbagai bidang. Namun, namanya belakangan menjadi perhatian di Indonesia setelah unggahannya mengenai konektivitas internet antara Indonesia dan Singapura memicu perbincangan di media sosial.

Topik Menarik