Ciri-Ciri Link Palsu BSU 2026, Beredar via WhatsApp dan DM
JAKARTA – Pekerja diminta mewaspadai tautan mencurigakan yang mengatasnamakan Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2026. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan bahwa laman resmi BSU saat ini belum dapat diakses dan meminta masyarakat menunggu pengumuman resmi.
Pekerja perlu mengenali ciri-ciri tautan palsu agar tidak terjebak penipuan yang memanfaatkan informasi pencairan BSU. Tampilan situs yang menggunakan logo Kemnaker atau menyerupai laman pemerintah tidak menjamin informasi di dalamnya benar.
“Awas! Jangan buru-buru klik,” tegas Kemnaker melalui unggahannya, Senin (19/10/2026).
Ada sejumlah ciri tautan mencurigakan yang perlu diwaspadai pekerja. Pertama, tautan berasal dari pesan berantai WhatsApp atau direct message (DM) media sosial yang belum terverifikasi.
Kedua, tautan menggunakan alamat situs atau nama domain yang mencurigakan, berbeda dari alamat situs resmi pemerintah, atau menyerupai situs resmi untuk mengelabui pengguna.
Ketiga, tautan meminta pekerja memasukkan data pribadi, seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), melalui situs yang tidak jelas sumbernya. Pekerja juga perlu berhati-hati terhadap tautan yang menjanjikan pencairan BSU secara instan tanpa informasi dan prosedur resmi yang jelas.
Karena itu, pekerja tidak boleh langsung memercayai informasi hanya karena situs menampilkan logo Kemnaker atau menggunakan tampilan yang meyakinkan. Masyarakat perlu memeriksa alamat situs dan memastikan informasi berasal dari kanal resmi pemerintah.
Kemnaker meminta pekerja memantau kanal komunikasi resminya untuk memperoleh informasi terbaru mengenai BSU 2026. Masyarakat juga dapat mengetik langsung alamat situs bsu.kemnaker.go.id pada peramban untuk memeriksa informasi resmi. Namun, Kemnaker menyatakan bahwa laman tersebut saat ini belum dapat diakses.
“Ketik alamat situs di browser. Jangan asal membuka tautan dari pesan yang diteruskan orang lain,” tulis Kemnaker.
Kemnaker juga mengimbau masyarakat untuk tidak terburu-buru mengeklik tautan yang beredar dan menunggu pengumuman resmi mengenai informasi serta penyaluran BSU.
“Pantau terus akun media sosial dan kanal resmi Kemnaker biar enggak ketinggalan update-nya,” tulis Kemnaker










