Wakil Wali Kota di Jepang Tewas Tertimpa Kendaraan Arak-arakan Seberat 3 Ton
TOKYO - Seorang wakil wali kota di Jepang bagian barat meninggal dunia setelah tertimpa kendaraan arak-arakan raksasa dalam sebuah parade lokal, ungkap para pejabat pada Senin (19/10/2026). Insiden ini terjadi sepekan setelah dua orang lainnya dilaporkan tewas dalam festival tradisional yang berbeda.
Akihiro Nabae, Wakil Wali Kota Saijo di Wilayah Ehime, sedang ikut mengusung kendaraan arak-arakan raksasa bersama peserta lainnya pada Sabtu (17/10/2026) sebelum akhirnya terjebak di bawah kendaraan tersebut, menurut keterangan pejabat kota dan kepolisian.
Ia sempat dilarikan ke rumah sakit, tetapi kemudian dinyatakan meninggal dunia, lapor media setempat, sebagaimana dilansir AFP.
Makoto Hagiyama, wakil kepala kantor polisi setempat, mengatakan bahwa penyebab pasti kematian pria tersebut—termasuk “apakah kendaraan arak-arakan itu jatuh atau ia kehilangan keseimbangan”—masih dalam penyidikan.
Media setempat melaporkan bahwa 11 kendaraan arak-arakan berjajar berdampingan, dan beban seberat hingga tiga ton diduga telah menimpa Nabae.
Festival Saijo yang diselenggarakan oleh kuil-kuil setempat merupakan acara tahunan yang “megah dan mencolok”. Menurut situs web pemerintah kota, festival ini dimeriahkan dengan prosesi arak-arakan kendaraan yang diukir indah dengan bentuk bunga, burung, dan prajurit.
Tradisi ini berawal dari zaman Edo di Jepang (1603–1868) dan ditujukan sebagai bentuk rasa syukur kepada para dewa atas hasil panen yang melimpah.
Sebelumnya, dua orang dilaporkan meninggal pada Sabtu (10/10/2026) dalam dua festival terpisah di wilayah barat Osaka, ketika kendaraan arak-arakan terguling saat para peserta mencoba melakukan manuver belokan dengan kecepatan tinggi.
Dua orang lainnya juga dilaporkan meninggal pada Februari lalu menyusul insiden berdesak-desakan dalam acara yang dikenal sebagai “Festival Pria Telanjang” di Jepang.










