Sangar! Momen Marinir TNI AL dan Pasukan Australia Gempur Sasaran di Situbondo
SITUBONDO, iNews.id - Prajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut (TNI AL) bersama Australian Defence Force (ADF) menggelar latihan puncak penembakan amunisi tajam dalam Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera 2026. Latihan ini melibatkan berbagai alat utama sistem persenjataan (alutsista), mulai dari sistem roket HIMARS hingga pesawat serbu Tucano.
Latihan bertajuk Combined Arms Live Fire Exercise (CALFEX) tersebut berlangsung di Pusat Latihan Pertempuran (PLP) 5 Marinir Karangtekok, Situbondo, Jawa Timur, Selasa (20/10/2026).
Latihan ini menyimulasikan operasi penyerbuan terhadap wilayah yang dikuasai musuh dengan mengerahkan kekuatan tempur gabungan Indonesia dan Australia. Sejumlah alutsista digunakan secara terpadu untuk menghancurkan sasaran sekaligus menguji kemampuan, koordinasi dan interoperabilitas prajurit kedua negara.
Kekuatan tempur yang dikerahkan meliputi serangan udara menggunakan pesawat serbu Tucano, meriam Multiple Launch Rocket System (MLRS) Vampire milik Korps Marinir, serta sistem roket M142 High Mobility Artillery Rocket System (HIMARS) milik Australia.
Latihan tersebut juga melibatkan meriam Howitzer kaliber 105 milimeter dari kedua negara. Selain dukungan udara dan artileri, prajurit menggunakan Senjata Bantuan Infanteri (Senbanif) RPG-7 milik Korps Marinir Indonesia serta rudal antitank Javelin FGM-148 milik Australia.
Penggunaan berbagai sistem persenjataan itu menjadi bagian dari simulasi operasi gabungan yang mengintegrasikan serangan udara, tembakan artileri dan dukungan senjata infanteri untuk mendukung pergerakan pasukan dalam merebut wilayah sasaran.
Komandan Brigif 2 Marinir Kolonel (Mar) Eko Budi Prasetyo Adi Saputro mengatakan latihan puncak tersebut menjadi kesempatan bagi prajurit kedua negara, khususnya prajurit Yonif 1 Marinir, untuk menguji keterpaduan berbagai unsur tempur dalam operasi gabungan.
“Latgabma Keris Woomera 2026 menjadi bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme prajurit, memperkuat kerja sama pertahanan Indonesia-Australia, serta meningkatkan kesiapan dan kemampuan dalam melaksanakan operasi gabungan menghadapi berbagai tantangan tugas,” kata Kolonel Eko, dikutip dari keterangan Dispenal.
Latgabma Keris Woomera 2026 menjadi bagian dari kerja sama pertahanan Indonesia-Australia. Melalui latihan ini, kedua negara menguji kemampuan personel dan keterpaduan sistem persenjataan dalam mendukung pelaksanaan operasi militer bersama.










