Rosan Sebut Investasi RI Capai Rp3.923 Triliun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo

Rosan Sebut Investasi RI Capai Rp3.923 Triliun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo

Ekonomi | okezone | Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:09
share

JAKARTA - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan realisasi investasi di Indonesia mencapai Rp3.923,2 triliun selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Ia menjelaskan, capaian investasi tersebut dihitung sejak triwulan IV 2024, sepanjang 2025, hingga triwulan III 2026. Dengan demikian, penghitungan realisasi investasi tidak dimulai sejak awal 2024.

"Total investasi yang masuk mencapai Rp3.923,2 triliun, dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 5.485.944 orang. Kontribusi investasi di Jawa mencapai 48,2 persen atau Rp1.892,2 triliun, sedangkan luar Jawa mencapai 51,8 persen atau Rp2.031 triliun," ungkapnya dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/10/2026) malam.

Berdasarkan asal modal, penanaman modal dalam negeri (PMDN) mendominasi dengan nilai Rp1.998,7 triliun atau 50,9 persen. Adapun penanaman modal asing (PMA) mencapai Rp1.924,5 triliun atau 49,1 persen.

Rosan menambahkan, Presiden Prabowo menetapkan target investasi sebesar Rp13.032,8 triliun untuk periode 2024–2029. Target tersebut ditetapkan guna mendukung pencapaian pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada 2029.

"Adapun total target investasi yang diberikan Bapak Presiden untuk mendukung pencapaian pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada 2029 mencapai Rp13.032,8 triliun untuk periode 2024–2029," ucapnya.

Lebih lanjut, Rosan melaporkan realisasi investasi sepanjang Januari hingga September 2026 mencapai Rp1.539,2 triliun atau setara 75,4 persen dari target investasi tahun ini. Investasi tersebut menyerap sebanyak 2.194.496 tenaga kerja.

 

"Capaian realisasi investasi triwulan III 2026 mencapai Rp528,7 triliun. Sementara itu, total investasi dari Januari sampai September 2026 mencapai Rp1.539,2 triliun atau 75,4 persen dari target. Total penyerapan tenaga kerja mencapai 2.194.496 orang," ungkap Rosan.

Dari total investasi selama sembilan bulan pertama 2026, PMA tercatat sebesar Rp777,8 triliun atau 50,5 persen. Sementara itu, PMDN mencapai Rp761,4 triliun atau 49,5 persen.

"Kontribusi terbesar PMA berasal dari industri logam dasar, barang logam yang bukan mesin dan peralatannya, sebesar Rp216,6 triliun atau 31,7 persen. Sementara itu, sektor dengan realisasi PMDN tertinggi adalah transportasi, gudang, dan telekomunikasi, sebesar Rp117,8 triliun atau 15,5 persen," papar Rosan.

Berdasarkan negara asal investasi, Singapura menempati posisi pertama dengan nilai US$14 miliar atau 29,6 persen. Hong Kong menyusul dengan US$12,8 miliar atau 27,2 persen, diikuti Tiongkok sebesar US$5 miliar atau 10,5 persen. Berikutnya, Amerika Serikat mencatat investasi US$3,4 miliar atau 7,1 persen, sedangkan Jepang sebesar US$2,6 miliar atau 5,6 persen.

"Jika Hong Kong dan Tiongkok digabungkan, nilai investasinya mencapai US$17,8 miliar, lebih besar dibandingkan Singapura yang mencapai USD14 miliar," kata Rosan.

Topik Menarik