Pungut Tarif Tol Selat Hormuz lewat Kripto, AS Blokade Finansial Jalur Vital Iran

Pungut Tarif Tol Selat Hormuz lewat Kripto, AS Blokade Finansial Jalur Vital Iran

Ekonomi | sindonews | Minggu, 20 September 2026 - 11:53
share

Amerika Serikat (AS) resmi menjatuhkan sanksi tegas terhadap bursa kripto asal Iran, BitBank yang dikendalikan oleh taipan kontroversial Babak Zanjani. Kementerian Keuangan AS (US Treasury) menuduh bursa aset digital tersebut digunakan untuk memproses pembayaran 'tarif melintas' yang ditarik secara ilegal dari kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.

Langkah drastis yang diumumkan pada Kamis ini menjadi bagian dari Operation Economic Outcast yang dicanangkan Presiden Donald Trump sejak 24 Agustus, guna memutus akses pendanaan luar negeri rezim Teheran dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Membongkar Peran BitBank dan Jaringan Babak Zanjani

BitBank dituduh memfasilitasi transaksi bernilai fantastis bagi Hormuz Safe Marine Services Authority, lembaga Iran yang mengontrol lalu lintas maritim di Selat Hormuz sejak dikenai sanksi AS pada Juni lalu. Selain platform BitBank, Departemen Keuangan AS melarang keras warga dan entitas bisnis AS untuk bertransaksi dengan beberapa pihak-pihak berikut.

Baca Juga: Lewati Selat Hormuz Wajib Bayar Iran Pakai Bitcoin, Bagaimana Nasib Kapal Tanker RI?

Salah satunya yakni pengembang sistem, Pishtaz Simorgh Electronic Trade Company. Selain itu ada tiga orang kepercayaan Zanjani, di antaranya Hossein Ali Zaker Hossein (69), Mohammad Mahdi Zaker Hossein (45), dan Seyed Adel Heidari (51).

"Sanksi terhadap infrastruktur aset digital Iran hari ini memperjelas bahwa upaya membiayai rezim Iran menggunakan mata uang kripto tidak akan luput dari jangkauan OFAC," tegas Menteri Keuangan AS Scott Bessent.

Sejak eskalasi konflik militer meluas pada akhir Februari 2026, Iran memperketat kontrol dan menghambat lalu lintas maritim di Selat Hormuz, yang berdampak langsung pada pasokan energi global. Baca Juga: AS Klaim Jalur Selat Hormuz Bebas Ranjau, Pengiriman Minyak Sentuh Rekor 6 Bulan

Meski pemerintahan Trump berulang kali mengklaim bahwa jalur pelayaran internasional tersebut telah dibuka kembali melalui pengawalan militer, data menunjukkan jumlah kapal yang melintasi Selat Hormuz secara harian masih jauh di bawah level sebelum perang.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Thomas Pigott menegaskan, bahwa AS akan terus memblokir akses rezim Iran dan IRGC terhadap sumber daya keuangan yang digunakan untuk mengancam stabilitas kawasan dan keamanan internasional.

Topik Menarik