Pria Berpisau Tikam 8 Orang di Supermarket Korsel, 2 Korban Luka Parah

Pria Berpisau Tikam 8 Orang di Supermarket Korsel, 2 Korban Luka Parah

Terkini | okezone | Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:34
share

INCHEON - Seorang pria ditangkap setelah menikam beberapa orang di sebuah supermarket di Incheon, Korea Selatan, dalam sebuah insiden penyerangan pisau yang jarang terjadi di negara tersebut. Menurut laporan pihak berwenang, delapan orang terluka dalam serangan yang terjadi pada Selasa (13/10/2026) sore.

Menurut Kantor Polisi Incheon Namdong, tersangka yang berusia 59 tahun itu melancarkan aksinya pada pukul 13.40 waktu setempat di atas eskalator dengan pisau terikat pada kedua tangannya.

Pria tersebut berhasil dilumpuhkan oleh warga di sekitar lokasi yang menggunakan kursi untuk menghalangi jalannya, sebelum akhirnya diamankan oleh petugas kepolisian.

Pihak berwenang saat ini sedang menyelidiki motif tersangka di balik serangan yang terjadi di gerai Homeplus—salah satu jaringan supermarket diskon terbesar di Korea Selatan—tersebut.

Dilansir BBC, delapan korban yang terdiri dari enam wanita dan dua pria telah dilarikan ke rumah sakit. Salah satu korban dilaporkan mengalami henti jantung, sementara korban lainnya menderita luka di bagian punggung dan bahu. Menanggapi kejadian ini, pihak berwenang mendirikan pos layanan medis darurat di lantai satu gedung tersebut.

Berdasarkan laporan setempat, polisi menemukan sepuluh bilah pisau di dalam tas punggung tersangka. Saat beraksi, tersangka juga diketahui mengenakan gelang pemantau elektronik di pergelangan kakinya.

Tersangka diketahui memiliki rekam jejak kriminal dan pernah dihukum atas kasus percobaan pembunuhan terhadap mantan istrinya dengan hukuman penjara selama empat tahun. Bulan lalu, ia juga sempat diamankan polisi karena diduga membawa pisau saat melakukan aksi protes seorang diri di depan sebuah rumah sakit di Incheon terkait pelayanan medis yang diterimanya.

 

Serangan ini mengejutkan publik karena Korea Selatan dikenal memiliki tingkat keamanan publik yang sangat tinggi. Menurut data Statistics Korea, Korea Selatan mencatat sekitar 0,5 kasus pembunuhan per 100.000 penduduk pada tahun 2024, angka yang jauh di bawah rata-rata global.

Meski demikian, serangkaian aksi kekerasan acak di berbagai wilayah sejak pertengahan 2023 memicu ketakutan meluas di tengah masyarakat. Fenomena kekerasan semacam ini dikenal publik setempat sebagai kejahatan 'Mudjima' (Jangan Tanya Mengapa)—istilah untuk menggambarkan tindakan kekerasan terhadap orang tak dikenal tanpa hubungan pribadi maupun motif yang jelas.

Topik Menarik