Houthi Peringatkan AS Tak Terlibat dalam Konflik Lawan Saudi

Houthi Peringatkan AS Tak Terlibat dalam Konflik Lawan Saudi

Terkini | inews | Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:04
share

SANAA, iNews.id - Kelompok Houthi Yaman memperingatkan Amerika Serikat (AS) untuk tidak terlibat dalam konflik dengan Arab Saudi. Houthi terlibat konflik bersenjata lagi melawan Saudi sejak Juli lalu, setelah gencatan senjata sejak Maret 2022. 

Konflik terbaru ini merupakan imbas dari perang AS-Israel melawan Iran yang berlangsung sejak Februari 2026.

Anggota biro politik Houthi, Mohammed Al Bukhaiti, memperingatkan AS akan mendapat pembalasan menyakitkan jika terlibat perang di Yaman.

“Jika AS terlibat dalam agresi terhadap Yaman, kami tidak akan mempertimbangkan lagi untuk membalas. Sebaliknya, kami akan membalas dengan cepat dan menyakitkan menargetkan AS dan semua kepentingannya di kawasan,” kata Al Bukhaiti, kepada AFP, dikutip Selasa (13/10/2026).

Dia juga memperingatkan seluruh karyawan dan pekerja di fasilitas minyak dan bandara Saudi untuk menjauhi lokasi-lokasi tersebut karena akan terus menjadi target serangan.

Bukhaiti menegaskan tujuan serangan terhadap Saudi untuk mengirim pesan tegas bkepada Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman (MBS).

Arab Saudi dilaporkan telah meminta bantuan AS untuk melawan kelompok yang didukung Iran tersebut.

Milisi tersebut telah menyerang bandara-bandara serta fasilitas minyak Saudi, termasuk kapal tanker di Laut Merah.

Serangan terbaru berlangsung pada Senin (12/10/2026) malam waktu setempat, menargetkan Ibu Kota Riyadh. Pasukan koalisi pimpinan Saudi juga melaporkan mencegat rudal yang menargetkan Bandara Internasional King Khalid.

Setelah itu koalisi kembali mengumumkan mencegat dua rudal balistik di selatan Saudi, dekat perbatasan Yaman.

Rudal itu ditujukan ke Khamis Mushait, kota yang menjadi lokasi pangkalan militer Saudi.

Sejak serangan ke bandara Riyadh pada Sabtu (10/10/2026) yang menewaskan 13 orang, Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan untuk bergabung dengan Saudi melawan kelompok tersebut. Salah satu korban tewas diketahui sebagai warga AS.

“Houthi berperilaku sangat buruk. Mereka berperilaku sangat buruk. Tidak baik,” kata Trump, saat itu.

Serangan pada Sabtu di Bandara King Khalid merupakan yang paling mematikan sejak lebih dari 10 tahun.

Trump mengatakan, serangan itu tidak bisa diterima seraya mengatakan akan berbicara dengan Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) seraya mempertimbangkan kemungkinan ikut dalam serangan.

Topik Menarik