Akademisi NTU Singapura Pertanyakan Jalur Pendidikan Gibran: Advanced Diploma Tak Setara SMA
JAKARTA, iNews.id - Akademisi Nanyang Technological University (NTU) Singapura, Sulfikar Amir, menegaskan sertifikat Advanced Diploma Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak setara dengan Advanced Level (A-Level) atau setara SMA dalam sistem pendidikan Singapura. Dia pun mempertanyakan jalur pendidikan Gibran hingga bisa meraih gelar sarjana (S1).
“Jadi mengatakan bahwa Advanced Diploma setara dengan A-Level atau Advanced Level, itu adalah sebuah kesalahan yang sangat fatal. Ya. Karena Advanced Diploma itu, konteksnya itu sama seperti kursus,” kata Sulfikar dalam program Rakyat Bersuara bertema 'Bola Panas Keputusan MK, ke Mana Ujungnya?' di iNews, Selasa (13/10/2026).
Sulfikar menjelaskan, A-Level merupakan salah satu jalur pendidikan yang harus ditempuh siswa sebelum mendaftar ke universitas di Singapura. Sementara itu, Advanced Diploma yang diselenggarakan sejumlah institusi pendidikan swasta merupakan program singkat selama enam hingga delapan bulan.
Dia menyebut ijazah sarjana Gibran dari University of Bradford memang valid. Namun, dia mempertanyakan persyaratan pendidikan yang memungkinkan Gibran melanjutkan studi hingga jenjang S1.
“Valid. Tetapi yang jadi pertanyaan kan bagaimana dia bisa eh mendapatkan gelar S1 sementara dia hanya menyelesaikan O-Level?” ujar Sulfikar.
Dia kembali mempertanyakan apakah Advanced Diploma dapat disetarakan dengan A-Level sebagai kualifikasi untuk melanjutkan pendidikan ke universitas. Diketahui, Gibran disebut-sebut lulus dari Management Development Institute of Singapore (MDIS) pada tahun 2010.
“Yang jadi pertanyaan sekarang bagaimana, bagaimana MDIS menyediakan cara supaya seseorang itu bisa menyelesaikan S1 hanya dari O-Level?” katanya.









