Cerita Shayne Pattynama Bawa Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup, Mendadak Dipanggil hingga jadi Eksekutor Penalti
JAKARTA - Bek Timnas Indonesia, Shayne Pattynama, memiliki cerita tersendiri dalam perjalanan membawa Skuad Garuda juara FIFA ASEAN Cup 2026. Shayne mengaku mendadak dipanggil untuk memperkuat Timnas Indonesia pada FIFA ASEAN Cup hingga menjadi eksekutor penalti pada laga final.
1. Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Timnas Indonesia memastikan gelar juara setelah mengalahkan Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta pada Senin (5/10/2026). Skuad Garuda menang melalui adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 2-2 (4-2) hingga perpanjangan waktu.
Shayne menjadi salah satu penendang penalti Timnas Indonesia dalam pertandingan tersebut. Turun sebagai eksekutor keempat, dia menjalankan tugasnya dengan baik untuk membantu Indonesia meraih gelar juara.
Laga final tersebut juga menjadi penampilan pertama Shayne di FIFA ASEAN Cup 2026. Sebelumnya, pemain Persija Jakarta itu baru bergabung setelah mendapat panggilan terakhir untuk memperkuat skuad Garuda.
“Dari panggilan terakhir hingga akhirnya menginjakkan kaki di lapangan pada laga final, setiap momen di FIFA ASEAN Cup ini terasa lebih besar dari sekadar sepak bola,” tulis Shayne Pattynama dalam instagram pribadinya, dikutip pada Rabu (7/10/2026).
Shayne mengaku masih tak menyangka berhasil mengantar Timnas Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026. Menurutnya, turnamen tersebut menguji para pemain dari berbagai aspek selama menjalani kompetisi.
“Sampai sekarang saya masih mencoba mencerna semuanya. Turnamen ini benar-benar menguji kami dalam segala hal, baik secara fisik, mental, maupun emosional,” tutur mantan pemain Buriram United.
2. Arti Besar Gelar Juara
Shayne juga mengungkapkan emosinya setelah menjalani pertandingan final. Menurutnya, keberhasilan membawa Indonesia meraih trofi menjadi pengalaman penting yang akan selalu dikenang dalam perjalanan kariernya.
“Saat berdiri di sana, saya merasakan begitu banyak emosi sekaligus, mulai dari kebahagiaan, kebanggaan, hingga sukacita yang luar biasa. Mencetak gol melalui tendangan penalti dan mengangkat trofi bersama saudara-saudara saya adalah sesuatu yang akan saya bawa selamanya,” ungkap Shayne.
“Menjuarai FIFA ASEAN Cup bersama-sama memiliki arti yang lebih besar dari yang bisa diungkapkan dengan kata-kata,” kata pemain berusia 28 tahun itu.
Gelar tersebut semakin berarti karena Indonesia kembali meraih trofi setelah penantian panjang sejak SEA Games 1991 di Manila, Filipina. Shayne merasa bangga dapat menjadi bagian dari keberhasilan skuad Garuda mencatatkan pencapaian tersebut.
“35 tahun adalah penantian yang sangat panjang. Saya bangga kepada setiap orang di tim ini dan bangga bisa mengenakan jersey ini. Kami berhasil melakukannya, Indonesia. Gelar ini untuk kita semua,” tutur Shayne Pattynama.
Pada SEA Games 1991, Indonesia juga menghadapi Thailand pada partai final. Skuad Garuda saat itu meraih medali emas setelah menang melalui adu penalti 4-3, menyusul skor 0-0 hingga perpanjangan waktu.










