Profil dan Kekayaan Luky Alfirman, Pernah Dicopot Purbaya Kini Jadi Wamenkeu

Profil dan Kekayaan Luky Alfirman, Pernah Dicopot Purbaya Kini Jadi Wamenkeu

Ekonomi | okezone | Jum'at, 2 Oktober 2026 - 11:15
share

JAKARTA - Profil dan kekayaan Luky Alfirman, pernah dicopot Purbaya kini jadi Wamenkeu. 

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Luky Alfirman mengungkapkan rasa syukurnya bisa kembali mengabdi di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) setelah sempat dilepas dari jabatannya beberapa bulan lalu.

Rasa syukur tersebut disampaikan Luky usai resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Wamenkeu bersama Nur Kholis Ibnu Aman di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

“Senang sekali saya bisa kembali berada di sini. Saya tak henti-hentinya mengucapkan syukur Alhamdulillah atas kesempatan saya bisa kembali lagi ke sini. Kalau ditanya, rasanya campur aduk. Excited, tapi juga ada kagetnya,” kata Luky di Kantor Kemenkeu, Jakarta.

Sebelumnya, Luky merupakan birokrat senior Kemenkeu yang menjabat sebagai Direktur Jenderal Anggaran (DJA). Namun, ia dicopot dari posisi tersebut oleh mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada 21 April 2026 terkait persoalan kelayakan anggaran kendaraan operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Di hadapan jajaran pejabat dan pegawai Kemenkeu, Luky sempat berseloroh mengenai masa-masa di luar kementerian sebagai periode “hibernasi”.

“Kemarin saya ada masa hibernasi, Pak Menteri,” kelakar Luky yang disambut tawa jajaran pejabat Kemenkeu.

Luky pun meminta dukungan penuh dari seluruh jajaran internal agar dirinya dapat segera beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan dinamika kebijakan terbaru.

“Jadi, saya butuh waktu, saya butuh support, dukungan, bantuan dari Bapak-Ibu sekalian untuk bisa catch up, untuk bisa update, untuk bisa mengejar perkembangan yang terkini,” tutur Luky.

Profil Luky Alfirman

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Luky Alfirman sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Bersama Nur Kholis Ibnu Aman yang juga diangkat dalam posisi serupa, Luky bertugas membantu Menteri Keuangan Suahasil Nazara serta memperkuat jajaran pimpinan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang sebelumnya telah diisi oleh Wamenkeu Juda Agung.

Mengutip berbagai sumber, Luky Alfirman merupakan birokrat senior di Kemenkeu yang memiliki rekam jejak panjang. Pria kelahiran Bandung, 27 Maret 1970, ini mengawali masa pengabdiannya sebagai pegawai negeri di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) sejak 1 Maret 1995.

Dari sisi latar belakang pendidikan, Luky meraih gelar Sarjana Teknik Industri dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1994. Ia kemudian melanjutkan studi di University of Colorado Boulder, Amerika Serikat, hingga meraih gelar Master of Arts in Economics pada 2000 dan Ph.D. in Economics pada 2004.

Sepanjang kiprahnya di DJP, Luky sempat dipercaya memegang sejumlah posisi strategis, seperti Kepala Subbagian Kelembagaan dan Pelaporan, Kepala Subdirektorat Potensi Perpajakan, Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana, Kepala Subdirektorat Manajemen Transformasi dalam program reformasi administrasi perpajakan, hingga Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jakarta Kebayoran Lama.

Kariernya terus berkembang saat beralih ke Badan Kebijakan Fiskal (BKF).

Pada 2011, ia ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Kebijakan APBN dan kemudian menjadi Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro.

Selanjutnya, pada 2015, Luky dipercaya menduduki jabatan Kepala Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan di Sekretariat Jenderal Kemenkeu.

Pada 2017, Luky diangkat sebagai Staf Ahli Bidang Kebijakan Penerimaan Negara sebelum pada tahun yang sama ditunjuk memimpin Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR).

Kepemimpinannya di eselon I berlanjut saat dilantik menjadi Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) pada 2022, hingga kemudian dipercaya mengemban amanah sebagai Direktur Jenderal Anggaran (DJA) sejak 23 Mei 2025.

Meski sempat dilepas dari posisi Dirjen Anggaran oleh Purbaya Yudhi Sadewa pada April 2026, pengalaman Luky di bidang perpajakan, kebijakan fiskal, pembiayaan, hingga anggaran menjadikannya salah satu pejabat yang berpengalaman dalam pengelolaan keuangan negara.

Selain mengemban amanah baru sebagai Wakil Menteri Keuangan periode 2026–2029, Luky saat ini juga tercatat menjalankan tugas sebagai Anggota Dewan Komisioner ex-officio di Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Harta Kekayaan Luky Alfirman

Luky Alfirman, mantan Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu, mencatatkan total harta kekayaan bersih sebesar Rp52.827.928.569 tanpa catatan utang.

Porsi terbesar kekayaannya berupa kas dan setara kas senilai Rp23.099.474.305 atau 43,7 dari total harta. Posisi berikutnya adalah surat berharga senilai Rp15.034.806.720 atau 28,5, serta aset tanah dan bangunan sebesar Rp13.000.000.000 atau 24,6.

Aset properti Luky terdiri atas tiga bidang tanah dan bangunan hasil sendiri yang tersebar di Jakarta Selatan, masing-masing senilai Rp4,5 miliar dan Rp5,5 miliar, serta di Kota Bandung senilai Rp3 miliar.

Untuk alat transportasi, Luky melaporkan empat unit mobil dengan nilai total Rp550.000.000, yakni Toyota Avanza (2023), Honda Accord (2013), Honda City (2014), dan Honda Jazz (2012). Selain itu, ia mencatatkan harta bergerak lainnya sebesar Rp205.000.000 dan harta lainnya senilai Rp938.647.544.

Topik Menarik