Dominasi Investor Asing di SBN Tersisa 13-14, Wamenkeu Sebut Perkuat Pembiayaan Domestik
Para peneliti telah mengungkap dua spesies burung baru yang kini menjadi kandidat kuat untuk gelar burung paling bising di dunia, dengan tingkat suara yang menyaingi kebisingan mesin penghancur beton (jackhammer).
Penemuan oleh para ilmuwan dari University of Massachusetts Amherst ini mendapati bahwa bare-throated bellbird dan red-legged seriema mampu menghasilkan suara yang melampaui 120 desibel.
Hasil studi tersebut secara resmi diterbitkan dalam jurnal ilmiah Evolution pada hari Selasa.Ahli biologi evolusi sekaligus salah satu penulis studi, Joao C.T. Menezes, mengatakan bahwa perbandingan sehari-hari yang paling mendekati tingkat kebisingan burung-burung ini adalah suara mesin penghancur beton.
Intensitas suara kedua spesies ini menyaingi *white bellbird*—yang pada tahun 2019 diketahui menghasilkan suara hingga 125 desibel dan dinobatkan oleh Guinness World Records sebagai burung paling bising di dunia.
Tekanan suara ini diperkirakan 800 kali lebih besar dibandingkan spesies burung dengan suara paling pelan yang pernah tercatat, yaitu *dusky hermit*, yang tingkat suaranya hanya mencapai 64,1 desibel.Namun, pertanyaan mengenai spesies mana yang sebenarnya memegang gelar burung paling bising di dunia bergantung pada kriteria pengukuran yang digunakan.
Sebagai contoh, seekor *bare-throated bellbird* mencetak rekor suara paling keras di antara semua burung, dengan puncak suara mencapai hampir 131 desibel pada jarak satu meter.
Akan tetapi, jika mempertimbangkan rata-rata kisaran suara paling keras dari seluruh spesies yang diteliti, *red-legged seriema* muncul sebagai yang paling bising, dengan capaian hampir 121 desibel.
Sebaliknya, jika pengukuran didasarkan pada rata-rata puncak kebisingan yang tercatat, *white bellbird* tetap berada di urutan teratas dengan angka 127 desibel di antara enam burung yang diuji.








