4 Tanda Burnout yang Jarang Disadari dan Cara Mengatasinya

4 Tanda Burnout yang Jarang Disadari dan Cara Mengatasinya

Gaya Hidup | okezone | Senin, 28 September 2026 - 17:05
share

JAKARTA - Burnout bisa datang saat kamu kelelahan menjalani hari yang padat. Pekerjaan menumpuk, berbagai tanggung jawab harus diselesaikan, belum lagi urusan pribadi yang tetap perlu diperhatikan.

Dalam kondisi seperti ini, rasa lelah terkadang dianggap sebagai hal yang wajar. Seseorang mungkin memilih terus bekerja dan berharap bisa istirahat nanti setelah semua pekerjaan selesai.

Padahal, tubuh dan pikiran juga punya batas. Jika rasa lelah terus menumpuk tanpa cukup waktu untuk memulihkan diri, kondisi tersebut bisa berkembang menjadi burnout.

4 Tanda Burnout

Melansir Hindustan Times, Psikolog Klinis, dr. Julie Smith membagikan empat tanda yang mengenali apakah seseorang mulai mengarah pada burnout. Beberapa di antaranya mungkin terasa cukup familiar dalam kehidupan sehari-hari, yuk simak!

1. Mulai Menjauh dari Orang-Orang Terdekat

Salah satu tanda yang perlu diperhatikan adalah ketika mulai merasa ingin menjauh dari orang lain.

Menurut dr. Julie, kelelahan secara fisik dan emosional bisa membuat seseorang menjadi lebih mudah tersulut emosi atau kesulitan berhubungan dengan orang-orang di sekitarnya.

Keinginan untuk menyendiri sesekali tentu merupakan hal yang wajar. Namun, jika mulai merasa tidak tertarik berinteraksi dengan orang-orang yang biasanya dekat, kondisi tersebut bisa menjadi salah satu tanda bahwa tubuh dan pikiran sedang membutuhkan waktu untuk beristirahat.

2. Semakin Sering Menunda Pekerjaan

Ilustrasi menunda pekerjaan. (Foto: dok Magnific/azerbaijan_stockers)

Kebiasaan menunda pekerjaan bisa menjadi tanda lainnya. Saat mengalami burnout, seseorang mungkin mulai menunda berbagai tugas, bahkan pekerjaan kecil yang biasanya bisa diselesaikan dengan mudah.

Bukan selalu karena malas. Ketika energi mental sudah terkuras, tugas yang sebenarnya sederhana pun bisa terasa terlalu berat untuk dimulai. Karena itu, penting untuk mengenali perubahan pola tersebut tanpa langsung menyalahkan diri sendiri.

3. Mulai Mengabaikan Diri Sendiri

Ketika sedang sibuk atau kelelahan, merawat diri seringkali menjadi hal pertama yang dikorbankan. Olahraga mulai ditinggalkan, pola makan menjadi berantakan, waktu tidur berkurang, bahkan keinginan untuk bertemu teman pun ikut menurun.

Dokter Julie menjelaskan, saat seseorang mengalami burnout, aktivitas yang sebelumnya menjadi bagian dari perawatan diri bisa mulai terabaikan. Padahal, tidur yang cukup, makanan bergizi, olahraga, hidrasi, dan waktu bersosialisasi merupakan bagian penting untuk menjaga kesehatan fisik dan mental.

4. Merasa Lelah, tetapi Sulit Beristirahat

Seseorang bisa merasa sangat lelah tetapi justru kesulitan tidur pada malam hari. Kondisi ini membuat tubuh terasa membutuhkan istirahat, sementara pikiran seolah masih terus bekerja.

Jika berlangsung terus-menerus, rasa lelah tersebut tentu bisa membuat aktivitas sehari-hari semakin berat. Karena itu, jangan menganggap rasa lelah berkepanjangan sebagai sesuatu yang harus selalu ditahan.

Apa yang Bisa Dilakukan saat Mulai Merasakan Burnout?

Jika beberapa tanda tersebut terasa familiar, bukan berarti kita harus langsung menyalahkan diri sendiri. Hal terpenting adalah mulai memberi ruang untuk beristirahat dan mengevaluasi kembali rutinitas yang sedang dijalani.

Dokter Julie membagikan beberapa langkah yang dapat dicoba, yakni belajar mengatakan “tidak”, perhatikan kebutuhan dasar (tidur, minum air, olahraga), dan mencari dukungan jika sudah mulai terasa mengganggu.

Topik Menarik