Perawatan Paliatif Bukan Berarti Menyerah, Ini yang Perlu Dipahami Keluarga Pasien

Perawatan Paliatif Bukan Berarti Menyerah, Ini yang Perlu Dipahami Keluarga Pasien

Gaya Hidup | inews | Senin, 28 September 2026 - 16:20
share

JAKARTA, iNews.id — Perawatan paliatif masih kerap dipahami sebagai tanda bahwa pengobatan sudah tidak lagi bisa dilakukan. Padahal, perawatan paliatif bukan berarti menyerah terhadap penyakit, melainkan berfokus pada menjaga kualitas hidup pasien serta memberikan kenyamanan selama menjalani penyakit serius.

Perawatan ini dapat diberikan kepada pasien dengan penyakit kronis, degeneratif, maupun kondisi terminal. Pendekatannya tidak hanya berkaitan dengan pengobatan secara medis, tetapi juga mencakup pengelolaan nyeri dan gejala, dukungan psikologis, sosial, hingga spiritual.

Direktur Keperawatan Kanopi Nursing Home Anna Lidwina mengatakan, perawatan paliatif bertujuan memastikan pasien tetap mendapatkan kualitas hidup yang baik sesuai dengan kondisi yang dihadapi.

Tim Paliatif. (Foto: Istimewa)

"Perawatan paliatif bukan tentang menyerah pada penyakit, melainkan tentang memastikan setiap pasien tetap mendapatkan kualitas hidup terbaik, rasa nyaman, perhatian, dan pendampingan yang penuh kasih," kata Anna dalam keterangan yang diterima, Senin (28/9/2026).

Menurut dia, kebutuhan pasien pada fase paliatif dapat sangat beragam. Selain pengelolaan nyeri dan pemenuhan kebutuhan dasar, pasien juga membutuhkan perhatian terhadap nutrisi, pencegahan luka tekan, aktivitas ringan, serta dukungan emosional dan spiritual.

Hal tersebut membuat perawatan paliatif membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berpusat pada penyakit, tetapi juga melihat kondisi pasien secara menyeluruh.

Dr. dr. Rebecca Noerjani Angka, M. Biomed, Tim Advisor Kanopi Hospice Center, mengatakan pasien yang berada dalam tahap paliatif atau hospice membutuhkan lebih dari sekadar pemantauan medis.

"Yang dibutuhkan bukan hanya penanganan dan pemantauan medis, namun juga dari sisi persiapan mental dan spiritual," ujar dr Rebecca yang telah bergabung di Yayasan Kanker Indonesia sejak 1992.

Dia menambahkan, ketenangan, kenyamanan, dan kedamaian menjadi bagian penting dalam mendampingi pasien yang memasuki fase akhir kehidupan. Karena itu, tenaga kesehatan juga membutuhkan empati dan ketulusan dalam memberikan perawatan.

Bagi keluarga, pemahaman mengenai perawatan paliatif juga penting karena pendampingan tidak hanya berlangsung di fasilitas kesehatan. Dalam kondisi tertentu, pasien dapat membutuhkan perawatan di rumah dengan dukungan tenaga kesehatan profesional.

Pendampingan tersebut dapat mencakup pengelolaan gejala, perawatan dasar, dukungan bagi caregiver, hingga kunjungan tenaga kesehatan ke rumah.

Salah satu fasilitas yang baru hadir dengan fokus pada layanan tersebut adalah Kanopi Hospice Center. Pusat layanan ini menyediakan perawatan paliatif dan hospice terpadu, termasuk pain and symptom management, pendampingan tenaga kesehatan selama 24 jam, dukungan psikologis dan spiritual, konsultasi keluarga, serta layanan home care dan home visit paliatif.

Direktur Utama Kanopi Group Kikin Is Sugiarno mengatakan fasilitas tersebut dirancang untuk memberikan ruang perawatan yang nyaman dan bermartabat bagi pasien maupun keluarga.

"Kami percaya individu yang berada di masa kritisnya berhak mendapatkan perawatan terbaik dengan penuh penghormatan," katanya.

Pada akhirnya, perawatan paliatif tidak semata-mata berbicara mengenai fase ketika penyakit tidak lagi dapat disembuhkan. Pendekatan ini menempatkan kenyamanan, kualitas hidup, kebutuhan pasien, serta dukungan keluarga sebagai bagian penting dalam perjalanan menghadapi penyakit serius.

Bagi keluarga, memahami konsep tersebut dapat membantu mengubah cara pandang terhadap perawatan paliatif. Bukan sebagai tanda menyerah, tetapi sebagai upaya memastikan pasien tetap mendapatkan perawatan yang manusiawi dan bermartabat di setiap fase kehidupannya.

Topik Menarik