Makan Telur Setiap Hari Apa Bikin Gula Darah Naik? Cek Kandungan di Dalamnya
JAKARTA, iNews.id - Makan telur setiap hari tidak serta-merta membuat kadar gula darah melonjak. Telur justru termasuk makanan yang rendah karbohidrat sehingga tidak menyebabkan kenaikan gula darah secara cepat setelah dikonsumsi.
Telur menjadi salah satu pilihan praktis untuk sarapan karena mudah ditemukan, mengenyangkan, serta dapat diolah dengan berbagai cara, seperti direbus, dibuat telur dadar, atau dicampurkan dengan makanan lain.
Dalam satu butir telur ukuran besar, terdapat sekitar 6,2 gram protein, 5 gram lemak, dan hanya sekitar 0,5 gram karbohidrat. Komposisi tersebut membuat telur memiliki efek berbeda terhadap gula darah dibandingkan makanan yang tinggi karbohidrat atau gula.
Kandungan protein dan lemak pada telur juga dapat membantu memberikan energi yang lebih bertahan lama. Sebaliknya, makanan tinggi karbohidrat atau gula seperti permen dan pasta dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat lebih cepat.
Telur juga termasuk makanan dengan indeks glikemik (GI) rendah. Indeks glikemik merupakan ukuran untuk melihat seberapa besar makanan yang mengandung karbohidrat dapat memengaruhi kadar gula darah.
Makanan dengan GI 55 atau lebih rendah masuk dalam kategori rendah. Dalam daftar makanan rendah GI yang dikutip Verywell Health, telur termasuk di dalamnya bersama sejumlah makanan lain seperti brokoli, apel, blueberry, dan oatmeal tanpa gula.
Sebab itu, telur dapat menjadi salah satu pilihan makanan bagi orang yang berusaha menjaga kadar gula darah tetap stabil. Namun, telur tidak otomatis harus dihindari oleh orang dengan diabetes.
Meski demikian, bukan berarti cukup mengonsumsi telur tanpa memperhatikan makanan lainnya. Bagi orang dengan diabetes, pola makan secara keseluruhan tetap perlu diperhatikan.
Hal tersebut antara lain dengan membatasi karbohidrat, memilih sumber karbohidrat berkualitas, memperbanyak sayuran non-tepung dan protein tanpa lemak, serta mengurangi konsumsi gula dan biji-bijian olahan.
Cara mengolah telur dan makanan yang disantap bersamanya juga menjadi hal penting. Telur yang rendah karbohidrat dapat disajikan bersama makanan tinggi karbohidrat atau gula, sehingga dampak keseluruhan makanan terhadap kadar gula darah bisa berbeda.
Selain protein dan lemak, telur juga mengandung berbagai vitamin dan mineral. Kuning telur bahkan mengandung hampir semua vitamin, kecuali vitamin C, serta menyediakan asam lemak omega-3.
Dengan demikian, telur tidak bisa disebut sebagai makanan yang otomatis "aman" untuk semua orang hanya berdasarkan kandungan karbohidratnya. Kebutuhan setiap orang tetap berbeda, terutama bagi mereka yang memiliki diabetes atau kondisi kesehatan lainnya.
Bagi penderita diabetes, konsultasi dengan tenaga kesehatan atau edukator diabetes tetap disarankan untuk menentukan pola makan yang sesuai dengan kondisi masing-masing.
Intinya, makan telur tidak menyebabkan lonjakan gula darah secara cepat karena kandungan karbohidratnya sangat rendah. Namun, yang tidak kalah penting adalah memperhatikan keseluruhan isi piring, termasuk makanan pendamping dan cara mengolahnya.




