Angkatan Laut AS Akui 8 Upaya Bunuh Diri di Gugus Tempur Kapal Induknya

Angkatan Laut AS Akui 8 Upaya Bunuh Diri di Gugus Tempur Kapal Induknya

Terkini | okezone | Jum'at, 25 September 2026 - 05:05
share

WASHINGTON - Pemerintahan Amerika Serikat (AS) mengakui adanya delapan upaya bunuh diri yang dilakukan oleh personel militernya selama masa penugasan kapal induk di Timur Tengah yang diperpanjang. Hal tersebut diungkapkan oleh seorang anggota parlemen AS pada Rabu (23/9/2026).

Informasi tersebut terungkap dalam sebuah surat yang dikirim oleh Penjabat Menteri Angkatan Laut Hung Cao sebagai tanggapan atas pertanyaan dari Senator Partai Demokrat, Kirsten Gillibrand, mengenai kondisi di kapal USS Abraham Lincoln.

Laporan mengenai memburuknya kondisi kehidupan serta kesehatan mental di atas kapal induk tersebut—sejak pertama kali dikerahkan ke laut pada bulan November lalu—telah menjadi sorotan utama di Amerika Serikat dan memicu kritik terhadap keterlibatan militer AS dalam konflik dengan Iran.

"Sejak awal penugasan Lincoln, tercatat total delapan upaya bunuh diri di seluruh gugus tempur tersebut," demikian bunyi surat dari Menteri Angkatan Laut, sebagaimana dilansir TRT. Hung Cao merupakan pejabat sipil tertinggi di matra tersebut.

"Tidak ada kasus bunuh diri yang berhasil terjadi di atas kapal selama penugasan ini," tambah surat itu.

Surat tersebut memberikan rincian tambahan mengenai upaya bunuh diri yang terjadi. Disebutkan bahwa seorang pelaut yang ditugaskan di sayap udara "jatuh atau melompat ke laut dari kapal pada awal Agustus" dan segera diselamatkan oleh helikopter pencari dan penyelamat, sebelum akhirnya dibawa keluar dari kapal untuk perawatan lanjutan.

Pelaut lainnya "berupaya melompat ke laut pada bulan Maret, namun berhasil dicegah oleh rekan-rekan sesama pelaut" dan langsung dipulangkan ke pangkalan induk.

 

Kapal USS Abraham Lincoln bertolak dari California pada November 2025 untuk bertugas di Laut Cina Selatan, sebelum rutenya dialihkan ke Timur Tengah menjelang serangan AS-Israel terhadap Iran yang dimulai pada akhir Februari 2026. Kapal tersebut akhirnya singgah di Thailand pada awal September setelah 286 hari berada di laut.

Pada Agustus lalu, keluarga anggota militer dan para pembuat undang-undang menyuarakan kekhawatiran terkait laporan upaya bunuh diri, masalah kesehatan mental yang serius, kekurangan pasokan makanan, hingga buruknya standar kebersihan di atas kapal.

Klaim-klaim tersebut sempat ditepis oleh Trump pada saat itu. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth juga bersikeras bahwa situasi di kapal induk tersebut telah "digambarkan secara keliru."

Topik Menarik