Tijjani Reijnders Blak-blakan Pindah ke Klub Arab Saudi Gara-Gara Uang, Tak Ingin Kerja Lagi Usai Pensiun
JAKARTA - Mantan bintang Manchester City, Tijjani Reijnders, blak-blakan mengakui kepindahannya ke klub Liga Arab Saudi karena faktor finansial. Pasalnya, ia mengaku tak ingin bekerja lagi setelah pensiun sebagai pesepak bola.
Tijjani Reijnders bergabung dengan City dari AC Milan pada musim panas 2025. Kakak kandung dari bek timnas Indonesia, Eliano Reijnders itu membantu Manchester City memenangkan Piala FA serta Carabao Cup pada musim terakhir Pep Guardiola di Etihad Stadium.
Setelah mengawali kiprahnya dengan gemilang, pemain asal Belanda ini kesulitan mendapatkan waktu bermain reguler. Ia akhirnya masuk dalam daftar transfer hanya setahun setelah pindah ke Premier League.
Klub Arab Saudi, Al Qadsiah yang dilatih Brendan Rodgers, bergerak lebih cepat daripada Atletico Madrid. Al Qadsiah memboyong Tijjani Reijnders dari Manchester City dengan mahar 60 juta poundsterling.
Keputusannya pindah ke Arab Saudi merupakan hal mengejutkan. Pasalnya, Tijjani Reijnders yang kini berusia 28 tahun masih berada di puncak kariernya.
1. Pindah karena Uang
Melansir Sport Bible, Jumat (25/9/2026), dalam sesi wawancara, Tijjani Reijnders mengakui pindah ke Arab Saudi karena alasan finansial. Diketahui, klub-klub di Arab Saudi berani menggelontorkan dana besar untuk membayar gaji pemain-pemain top.
Ia mengungkapkan keinginannya untuk tidak perlu bekerja lagi setelah pensiun serta hasrat untuk menjamin masa depan cucu-cucunya.
"Uang jelas berperan dalam hal ini. Setelah karier sepak bola saya berakhir, saya tidak ingin bekerja lagi," ujarnya saat berbicara kepada Voetbalzone.
"Sebenarnya saya tidak perlu bekerja lagi setelah meninggalkan Manchester City, tetapi sekarang saya juga bisa membantu generasi penerus keluarga saya," ucapnya.
"Faktor keamanan finansial adalah prioritasnya. Saya tidak akan berbohong soal itu; jika cucu-cucu saya bisa hidup dari hasil ini, mengapa tidak?"
"Saat Anda ditawari gaji sebesar itu, coba saja katakan tidak." “Siapa pun bisa bersikap seolah-olah lebih bermoral dan berkata, ‘Saya tidak akan pernah melakukan itu,’ tetapi saya cukup yakin kebanyakan orang akan menerimanya. Faktanya, kebanyakan orang mungkin akan menerima promosi dalam pekerjaan mereka sendiri.
“Kita sedang membicarakan jumlah uang yang hampir mustahil untuk ditolak,” ucapnya.
De Telegraaf melaporkan, Tijjani Reijnders bisa mengantongi 100 juta euro selama lima musim di Arab Saudi.










