KPK Geledah Rumah Kontraktor Proyek PUPR Bengkulu, Sita Barang Bukti Elektronik

KPK Geledah Rumah Kontraktor Proyek PUPR Bengkulu, Sita Barang Bukti Elektronik

Nasional | okezone | Senin, 14 September 2026 - 14:21
share

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah pihak swasta bernama Adi Sumarta (ADS) terkait kasus dugaan suap proyek di Rejang Lebong dan wilayah lainnya di Provinsi Bengkulu pada Minggu 13 September 2026 malam. Ia merupakan salah satu kontraktor pada sejumlah proyek di PUPR Kota Bengkulu.

"Penyidik melakukan penggeledahan di rumah Sdr. ADS selaku pihak swasta, yang berlokasi di Kota Bengkulu," kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, Senin (14/9/2026).

"Sdr. ADS merupakan salah satu pihak swasta yang mengerjakan sejumlah proyek di PUPR Kota Bengkulu," sambungnya.

Budi menyebutkan, dari giat tersebut tim Lembaga Antirasuah menyita sejumlah barang bukti yang diduga terkait dengan penyidikan perkara yang dimaksud. "Dalam penggeledahan tersebut, penyidik mengamankan beberapa barang bukti elektronik," ujarnya.

Budi menambahkan, penyidik akan mengekstraksi BBE dimaksud untuk dilakukan telaah dan analisis guna membantu dalam pengungkapan perkara pengembangan penyidikan ini.

Sebelumnya, KPK mengembangkan penyidikan kasus suap di Kabupaten Rejang Lebong ke dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu. Salah satu proyek yang sedang didalami berkaitan dengan pengelolaan limbah kesehatan.

Plt. Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein mengatakan, pengembangan perkara tersebut berangkat dari temuan keterlibatan pihak swasta yang sebelumnya juga terkait dengan proyek-proyek di Rejang Lebong.

"Iya itu pengembangan perkara suap Rejang Lebong, bahwa ada dari pihak swasta (pemberi) selain proyek di Rejang Lebong yang bersangkutan juga ada proyek di Kota Bengkulu. Jadi tim sedang pengembangan terus ya, nanti tunggu perkembangan seperti apa," kata Taufik, Selasa 28 Juli 2026.

Taufik membenarkan pengembangan tersebut berkaitan dengan dugaan korupsi pengelolaan limbah kesehatan. Namun, dia menegaskan penyidik masih terus bekerja mengumpulkan alat bukti.

"Salah satunya ya, nanti secepatnya kita update ya karena tim kan sedang bekerja," ujarnya.

Topik Menarik