Aryna Sabalenka Curi Perhatian di US Open 2026, Tampil dengan Perhiasan 127 Karat
JAKARTA - Aryna Sabalenka mencuri perhatian di US Open 2026. Bukan cuma karena aksinya di lapangan, petenis nomor satu dunia itu juga tampil mencolok lewat perhiasan penuh warna yang dikenakannya saat bertanding.
Melansir JCK Online, pada US Open 2026, Sabalenka mengenakan satu set perhiasan khusus rancangan Material Good yang totalnya mencapai 127,14 karat. Set tersebut terdiri atas kalung, gelang, dan anting menjuntai yang dibuat menggunakan berbagai batu permata berwarna.
Yang menarik, perhiasan tersebut tidak dibuat sekadar untuk menambah kesan mewah. Desainnya terinspirasi dari New York City, kota tempat US Open digelar.
Terinspirasi dari New York yang Penuh Warna
Mengutip AOL, Sabalenka mengatakan desain perhiasannya terinspirasi sepenuhnya dari New York. Warna-warna cerah, bentuk batu yang beragam, serta kesan vintage sengaja dipilih untuk menggambarkan karakter kota tersebut.
Konsep ini juga berkaitan dengan keberagaman New York sebagai kota yang dihuni masyarakat dari berbagai latar belakang. Karena itu, batu-batu permata dengan warna dan bentuk berbeda dipadukan menjadi satu rangkaian perhiasan.
Batu yang digunakan antara lain safir, turmalin, garnet, zirkon, spinel, chrysoberyl, dan tanzanit. Sebagian batu tersebut berasal dari berbagai wilayah di dunia, sehingga semakin memperkuat konsep New York sebagai kota yang multikultural.
Kalung Jadi Bagian Paling Mencolok
Dari seluruh rangkaian, kalung menjadi salah satu bagian yang paling mencuri perhatian. Kalung tersebut menggunakan 83,20 karat batu permata warna-warni yang dipasang pada emas kuning 18 karat.
Desainnya dibuat dengan ruang terbuka di antara bagian-bagian emas. Detail tersebut bukan hanya soal estetika, tetapi juga membuat kalung dapat bergerak mengikuti tubuh Sabalenka saat bermain.
Material Good memang harus mempertimbangkan aktivitas Sabalenka sebagai atlet. Perhiasan berukuran besar tetap harus nyaman dipakai ketika ia berlari, melakukan servis, atau mengayunkan raket.
Selain kalung, Sabalenka mengenakan gelang dengan total 28,36 karat batu permata. Ada pula sepasang anting menjuntai dengan total sekitar 15,58 karat. Jika digabungkan, seluruh rangkaian tersebut mencapai 127,14 karat.
Menariknya, ukuran dan bobot setiap bagian diperhitungkan secara khusus agar tidak mengganggu gerakan Sabalenka di lapangan.
Gelang, misalnya, dibuat dengan panjang yang disesuaikan agar tidak mudah bergeser ke atas dan ke bawah lengannya. Sementara itu, anting dibuat tetap ringan agar tidak mengganggu pergerakan kepala dan wajah ketika bertanding.
Perhiasan sebagai Bagian dari Gaya Bertanding
Bagi Sabalenka, perhiasan bukan sekadar aksesori untuk tampil glamor. Ia juga menjadikannya sebagai bagian dari ekspresi diri.
Bahkan, setelah mengalahkan Taylor Townsend di babak keempat US Open 2026, Sabalenka sempat bercanda bahwa kilauan perhiasannya bisa menjadi cara untuk mengalihkan perhatian lawan.
Dengan warna yang berani, batu permata dalam jumlah besar, serta desain yang terinspirasi dari New York, perhiasan Sabalenka memang sulit untuk tidak diperhatikan.
Penampilannya di US Open 2026 pun menunjukkan bahwa dunia olahraga dan mode kini semakin sulit dipisahkan. Di satu sisi, Sabalenka harus tampil maksimal sebagai atlet. Di sisi lain, ia tetap bisa menunjukkan karakter dan gaya personalnya lewat busana serta perhiasan yang dikenakan di lapangan.










